PALANGKA RAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di wilayah tersebut pada Februari 2026 sebesar 3,44 persen.
Data tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Kalteng, Maria Wahyu Utami, saat merilis Berita Resmi Statistik (BRS) di Kantor BPS Kalteng, Palangka Raya, Selasa, 5 Mei 2026.
“Tingkat Pengangguran Terbuka tercatat sebesar 3,44 persen dan menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir,” ujarnya.
Selain itu, penyerapan tenaga kerja di Kalteng juga meningkat sebesar 6,68 ribu orang dibandingkan Februari 2025.
“Penyerapan tenaga kerja meningkat sebesar 6,68 ribu orang dibandingkan Februari 2025,” katanya.
Menurut Maria, sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja masih didominasi pertanian, perdagangan, dan pertambangan.
“Lapangan usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor pertanian, perdagangan, dan pertambangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kualitas ketenagakerjaan di Kalteng juga mengalami perbaikan yang ditandai meningkatnya proporsi pekerja formal dan pekerja penuh waktu.
“Proporsi pekerja formal meningkat menjadi 49,33 persen, sedangkan pekerja penuh waktu mencapai 69,98 persen,” jelasnya.
Maria juga menyebut jumlah angkatan kerja di Kalteng pada Februari 2026 mencapai 1,50 juta orang, dengan jumlah penduduk bekerja sebanyak 1,45 juta orang.
“Pada Februari 2026, jumlah angkatan kerja mencapai 1,50 juta orang dengan jumlah penduduk bekerja sebanyak 1,45 juta orang,” pungkasnya.
(Sya'ban)












