LAMANDAU – Banjir mulai merendam sejumlah permukiman warga di Kota Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, menyusul meningkatnya debit Sungai Lamandau akibat hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah hulu dalam sepekan terakhir.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamandau, banjir terpantau terjadi pada Senin 11 Mei 2026 di sejumlah titik rawan dalam Kota Nanga Bulik.
Kepala BPBD Kabupaten Lamandau Hendikel mengatakan, kenaikan debit air dipicu tingginya curah hujan di kawasan hulu yang didominasi daerah perbukitan sehingga air mengalir deras menuju Sungai Lamandau.
“Intensitas hujan yang tinggi di daerah hulu menyebabkan air mengalir deras ke Sungai Lamandau hingga meluap,” ujar Hendikel, Selasa 12 Mei 2026.
Ia menjelaskan, tinggi muka air Sungai Lamandau saat ini mencapai 630 sentimeter. Meski mengalami kenaikan, kondisi tersebut masih berada dalam kategori aman.
‘Untuk alat ukur tinggi Sungai Lamandau diperkirakan masih status aman dengan tinggi 630 sentimeter,” katanya.
Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Lamandau telah melakukan patroli serta kaji cepat di sejumlah lokasi terdampak banjir.
Hasil pendataan sementara mencatat sedikitnya tujuh rumah warga terdampak. Di RT 08B terdapat empat kepala keluarga dengan sembilan jiwa terdampak, sedangkan di RT 10A belakang CU tercatat tiga kepala keluarga dengan 13 jiwa terdampak banjir.
Selain itu, dua rumah di kawasan Kompleks Pemakaman Umum Translokal turut terdampak luapan air. Sementara wilayah RT 04C dan Jalan Gaharu masih dilaporkan dalam kondisi aman.
BPBD Lamandau hingga kini terus melakukan pemantauan lapangan seiring debit air yang masih mengalami kenaikan.
“Untuk sementara anggota BPBD belum melakukan evakuasi karena belum ada rumah yang terdampak parah akibat banjir kiriman dari daerah hulu,” ujar Hendikel. (andre)












