PALANGKA RAYA – Harga crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah di Kalimantan Tengah (Kalteng) pada periode I Mei 2026 mengalami penurunan dibandingkan periode II April 2026.
Penurunan tersebut berdasarkan hasil Rapat Tim Penetapan Harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit Produksi Mitra Plasma Provinsi Kalteng yang digelar pada Selasa, 19 Mei 2026.
Berdasarkan surat nomor 525/449/PPHP/Disbun/2026 yang ditandatangani Kepala Dinas Perkebunan Kalteng, Rizky Ramadhana Badjuri, tercantum penetapan harga CPO, kernel, hingga TBS kelapa sawit mitra plasma.
Rata-rata harga CPO lokal pada periode I Mei 2026 tercatat sebesar Rp15.079,85 per kilogram. Angka itu turun dibanding periode II April 2026 yang berada di level Rp15.155,77 per kilogram atau selisih Rp75,93.
Sementara itu, rata-rata harga kernel lokal periode I Mei 2026 juga mengalami penurunan menjadi Rp15.049,74 per kilogram dibanding periode II April 2026 sebesar Rp15.584,54 per kilogram atau turun Rp534,81.
Adapun faktor “K” pada periode I Mei 2026 tercatat sebesar 92,05, naik dibanding periode II April 2026 yang berada di angka 91,91 atau selisih 0,14.
Seiring turunnya harga CPO dan kernel, harga TBS kelapa sawit produksi pekebun mitra plasma di Kalteng juga mengalami penurunan hampir di seluruh kelompok umur tanaman.
Untuk tanaman umur tiga tahun, harga TBS turun dari Rp3.079,49 menjadi Rp3.054,35 per kilogram atau berkurang Rp25,14.
Tanaman umur empat tahun turun dari Rp3.198,78 menjadi Rp3.173,77 per kilogram atau berkurang Rp25,01. Kemudian umur lima tahun turun dari Rp3.351,09 menjadi Rp3.325,04 per kilogram atau berkurang Rp26,05.
Selanjutnya umur enam tahun turun dari Rp3.482,57 menjadi Rp3.454,00 per kilogram atau berkurang Rp28,57. Umur tujuh tahun turun dari Rp3.499,07 menjadi Rp3.472,16 per kilogram atau berkurang Rp26,91.
Untuk umur delapan tahun, harga TBS turun dari Rp3.572,92 menjadi Rp3.544,24 per kilogram atau berkurang Rp28,68. Sedangkan umur sembilan tahun turun dari Rp3.656,33 menjadi Rp3.626,06 per kilogram atau berkurang Rp30,28.
Harga TBS tertinggi pada kelompok umur 10 hingga 20 tahun juga turun dari Rp3.783,15 menjadi Rp3.749,40 per kilogram atau berkurang Rp33,75.
Sementara itu, untuk tanaman umur 21 tahun harga turun dari Rp3.730,41 menjadi Rp3.696,64 per kilogram atau berkurang Rp33,77. Umur 22 tahun turun dari Rp3.634,29 menjadi Rp3.600,86 per kilogram atau berkurang Rp33,44.
Kemudian umur 23 tahun turun dari Rp3.529,46 menjadi Rp3.496,77 per kilogram atau berkurang Rp32,69.
Penurunan cukup tajam terjadi pada tanaman umur 24 tahun, yakni dari Rp3.541,75 menjadi Rp3.405,05 per kilogram atau turun Rp136,70. Sedangkan umur 25 tahun turun dari Rp3.484,14 menjadi Rp3.349,53 per kilogram atau berkurang Rp134,62.
Untuk diketahui, rapat penetapan harga TBS periode II Mei 2026 dijadwalkan kembali digelar pada Kamis, 4 Juni 2026.
(Sya'ban)












