PALANGKA RAYA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah (Kalteng) berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang hingga 15 Juni 2026.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Ika Priti, mengatakan kondisi cuaca di Kalteng umumnya berawan hingga hujan ringan. Namun, sejumlah daerah berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
“Suhu udara berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celsius. Kelembapan udara berkisar antara 60 hingga 100 persen. Angin umumnya bertiup dari timur hingga selatan dengan kecepatan berkisar antara 5 hingga 20 kilometer per jam,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa, 9 Juni 2026.
Menurut BMKG, hujan sedang hingga lebat yang disertai petir atau kilat dan angin kencang berpotensi terjadi pada 9-11 Juni 2026 di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Sukamara, Lamandau, Seruyan, Katingan, Gunung Mas, dan Murung Raya.
Cuaca serupa juga diprakirakan terjadi di Kabupaten Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau, serta Kota Palangka Raya.
Sementara pada periode 12-15 Juni 2026, potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang diprakirakan terjadi di Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Seruyan, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau, dan Palangka Raya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.
“Waspada potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang di wilayah Kalteng,” kata Ika.
Selain itu, masyarakat juga diminta mewaspadai hujan lokal berdurasi singkat yang berpotensi disertai petir, angin kencang, hingga puting beliung.
“Waspada potensi hujan lokal intensitas sedang hingga lebat dengan durasi singkat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang ataupun angin puting beliung di wilayah Kalteng,” ujarnya.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap dampak cuaca ekstrem, seperti genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
“Waspada dan berhati-hati terhadap dampak bencana yang ditimbulkan seperti genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang,” katanya.
Di sektor perairan, tinggi gelombang di Perairan Selatan Kalteng diperkirakan berkisar 0,5 hingga 1,25 meter atau masuk kategori rendah.
Meski demikian, BMKG mengingatkan adanya pertumbuhan awan Cumulonimbus yang berpotensi memicu hujan lebat, angin kencang, serta meningkatkan tinggi gelombang di wilayah pesisir dan perairan selatan Kalteng.
“Dihimbau kepada masyarakat pesisir agar berhati-hati ketika beraktivitas di laut,” pungkasnya.
(Sya'ban)












