SAMPIT – Penguatan kompetensi guru, optimalisasi penggunaan e-rapor, persiapan Expo Education, hingga pengawasan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 menjadi fokus dalam Workshop Kelompok Kerja Guru (KKG) Kartini Gugus III Mentaya yang digelar di Sekolah Rakyat (Islamic Center) Kamis 11 Juni 2026.
Kegiatan tersebut diikuti guru dari SDN 1 Sawahan, SDN 2 Sawahan, SDN 3 Sawahan, SDN 12 Mentawa Baru Hulu, SDS Kristen, SDS Katolik, dan Sekolah Rakyat Dasar Terintegrasi 55 Kotawaringin Timur (Kotim).
Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Jumratul Abidinsyah, mengapresiasi penyelenggaraan workshop yang dinilai penting dalam meningkatkan profesionalisme guru melalui wadah KKG dan Komunitas Belajar (Kombel).
“KKG merupakan wadah yang sangat strategis bagi para guru untuk saling berbagi praktik baik, melakukan refleksi, dan meningkatkan kompetensi profesional secara berkelanjutan,” kata Jumratul.
Menurutnya, perkembangan dunia pendidikan yang terus bergerak cepat menuntut guru untuk terus belajar dan beradaptasi terhadap berbagai kebijakan maupun perkembangan teknologi pembelajaran.
Karena itu, ia meminta seluruh kepala sekolah memastikan keberadaan Kombel di sekolah masing-masing sebagai sarana peningkatan kompetensi yang lebih spesifik sesuai kebutuhan sekolah.
“Guru juga dapat mengundang tenaga ahli atau narasumber sehingga materi yang dibutuhkan bisa lebih fokus dan mudah dipahami,” ujarnya.
Jumratul juga mengingatkan adanya kebijakan hari belajar guru yang harus dimanfaatkan untuk pengembangan kapasitas pendidik.
Sementara itu, Ketua Gugus III Mentaya Jadi menjelaskan workshop kali ini secara khusus membahas optimalisasi penggunaan e-rapor yang akan diterapkan di sekolah.
“Melalui materi ini, bapak dan ibu guru dapat mengelola e-rapor secara mandiri, lebih fleksibel, dan bisa dikerjakan di mana saja,” ujarnya.
Ia berharap seluruh peserta tidak hanya memahami materi yang diberikan, tetapi juga mampu mempraktikkan dan mengimplementasikannya di sekolah masing-masing.
Narasumber workshop, Nikkon Bhastari, menjelaskan bahwa sistem e-rapor berbasis daring memberikan kemudahan bagi guru dibandingkan sistem sebelumnya yang masih menggunakan localhost di masing-masing sekolah.
“Selain lebih fleksibel, guru juga akan lebih memahami prosedur administrasi dan pengelolaan e-rapor dengan baik dan benar,” jelasnya.
Selain membahas e-rapor, Jadi juga mengingatkan seluruh sekolah untuk mempersiapkan diri menghadapi Expo Education yang akan dilaksanakan di wilayah Korwil Mentawa Baru Ketapang.
Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi sekolah untuk menampilkan berbagai hasil pembelajaran, karya siswa, modul ajar, praktik baik guru, hingga implementasi program pendidikan yang telah dijalankan selama satu tahun terakhir. (Nardi)












