PALANGKA RAYA – Fraksi Partai Nasdem DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) menilai Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Provinsi Kalteng menunjukkan kinerja yang baik.
Meski demikian, struktur pendapatan daerah dinilai masih bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat.
Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Fraksi Partai Nasdem, Bryan Iskandar, dalam Rapat Paripurna ke-4 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2026 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kalteng, Palangka Raya, Jumat, 26 Juni 2026.
Bryan mengatakan realisasi PAD Tahun Anggaran 2025 mencapai 97,38 persen atau sebesar Rp2,646 triliun.
Namun, menurutnya, ketergantungan terhadap pemerintah pusat masih cukup tinggi karena Pendapatan Transfer terealisasi sebesar Rp4,539 triliun atau 108,77 persen.
“Karena itu, Fraksi Partai NasDem menyarankan Pemerintah Daerah menyusun peta jalan (road map) untuk meningkatkan kemandirian fiskal secara bertahap melalui intensifikasi pajak daerah, digitalisasi retribusi, serta optimalisasi kinerja BUMD,” ujarnya.
Selain menyoroti pendapatan daerah, Fraksi Partai Nasdem juga mengapresiasi realisasi Belanja Modal Pemerintah Provinsi Kalteng yang mencapai 90,50 persen atau sebesar Rp2,123 triliun.
“Kami memberikan apresiasi atas realisasi Belanja Modal yang telah mencapai 90,50 persen atau sebesar Rp2,123 triliun,” katanya.
Meski demikian, Fraksi Partai Nasdem meminta Pemerintah Provinsi Kalteng melampirkan capaian performa fisik dalam pembahasan di tingkat komisi sebagai bentuk penguatan akuntabilitas penggunaan anggaran.
“Hal ini penting untuk memastikan bahwa serapan anggaran tersebut selaras dengan kualitas pembangunan jalan, jembatan, dan fasilitas publik di seluruh wilayah Kalteng,” pungkasnya.
(Sya'ban)












