PALANGKA RAYA – Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, Mahfudz, melakukan kunjungan kerja ke sejumlah lokasi strategis sektor kehutanan di Kalimantan Tengah, Sabtu 27 Juni 2026. Kunjungan tersebut didampingi Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Agustan Saining.
Rangkaian kunjungan dimulai dari Unit Pelaksana Teknis Kesatuan Pengelolaan Hutan (UPT KPH) Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah. Selanjutnya, rombongan meninjau Hutan Kota Nyaru Menteng, kawasan Pusat Rehabilitasi Orangutan yang dikelola Yayasan BOS (Borneo Orangutan Survival), hingga Kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah.
Selain melihat langsung pengelolaan kawasan hutan dan upaya konservasi, kunjungan tersebut juga menjadi sarana memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para mitra dalam mendukung pengelolaan sumber daya hutan yang berkelanjutan.
Dalam kunjungan itu, rombongan juga berdiskusi mengenai berbagai program kehutanan yang telah berjalan serta sejumlah tantangan yang dihadapi di lapangan.
Mahfudz mengatakan, kunjungan kerja tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pelaksanaan program kehutanan.
“Kami ingin melihat langsung bagaimana pengelolaan kawasan hutan di Kalimantan Tengah, sekaligus mendengar berbagai masukan dari daerah. Kolaborasi yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh mitra menjadi modal penting dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat,” ucapnya.
Sementara itu, Agustan Saining menyambut baik kunjungan Sekjen Kementerian Kehutanan tersebut. Perhatian dari pemerintah pusat menjadi dorongan bagi jajaran kehutanan di daerah untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan kawasan hutan.
“Kunjungan ini menjadi semangat bagi kami untuk terus memperkuat pengelolaan hutan secara berkelanjutan,” tambahnya.
Arahan dan perhatian dari Kementerian Kehutanan menjadi bekal penting dalam meningkatkan sinergi, baik dalam pengelolaan KPH, konservasi keanekaragaman hayati, maupun pengembangan kawasan seperti Hutan Kota Nyaru Menteng yang memiliki fungsi edukasi dan lingkungan.
“Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar berbagai program kehutanan dapat berjalan optimal, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta tetap menjaga kelestarian hutan di Kalimantan Tengah,” ungkapnya. (yud)












