Kelapa Sawit di Kalteng Merosot, Penurunan Tembus Rp255 per Kilogram

IST/BERITASAMPIT - ilustrasi.

– Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di (Kalteng) pada periode II Mei 2026 mengalami penurunan di seluruh kelompok umur tanaman dibandingkan periode I Mei 2026.

Penurunan tersebut tertuang dalam hasil Rapat Penetapan Harga Pembelian Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit Produksi Perkebunan Mitra Plasma dan Swadaya periode II Mei 2026 yang digelar secara virtual melalui Zoom Meeting, Kamis, 4 Juni 2026.

Kepala Dinas Perkebunan Kalteng, Rizky Ramadhana Badjuri, mengatakan penurunan harga TBS terjadi pada seluruh kelompok umur tanaman, mulai dari umur tiga tahun hingga 25 tahun.

Harga TBS tanaman umur tiga tahun turun dari Rp3.054,35 menjadi Rp2.847,42 per kilogram atau berkurang Rp206,93. Untuk umur empat tahun turun dari Rp3.173,77 menjadi Rp2.959,50 per kilogram atau berkurang Rp214,27.

Selanjutnya, umur lima tahun turun dari Rp3.325,04 menjadi Rp3.100,66 per kilogram atau berkurang Rp224,38. Umur enam tahun turun dari Rp3.454,00 menjadi Rp3.219,90 per kilogram atau berkurang Rp234,10.

Tanaman umur tujuh tahun turun dari Rp3.472,16 menjadi Rp3.238,05 per kilogram atau berkurang Rp234,11. Sedangkan umur delapan tahun turun dari Rp3.544,24 menjadi Rp3.304,46 per kilogram atau berkurang Rp239,79.

Untuk umur sembilan tahun, harga TBS turun dari Rp3.626,06 menjadi Rp3.380,11 per kilogram atau berkurang Rp245,95.

Sementara itu, penurunan terbesar terjadi pada kelompok umur 10 hingga 20 tahun. Harga TBS turun dari Rp3.749,40 menjadi Rp3.493,43 per kilogram atau berkurang Rp255,97.

Adapun umur 21 tahun turun dari Rp3.696,64 menjadi Rp3.443,94 per kilogram atau berkurang Rp252,70. Umur 22 tahun turun dari Rp3.600,86 menjadi Rp3.354,34 per kilogram atau berkurang Rp246,52.

Sedangkan umur 23 tahun turun dari Rp3.496,77 menjadi Rp3.257,23 per kilogram atau berkurang Rp239,54. Umur 24 tahun turun dari Rp3.405,05 menjadi Rp3.170,32 per kilogram atau berkurang Rp234,73.

Untuk umur 25 tahun, harga TBS turun dari Rp3.349,53 menjadi Rp3.118,44 per kilogram atau berkurang Rp231,09.

Penurunan harga TBS tersebut sejalan dengan melemahnya harga crude palm oil (CPO) dan kernel di Kalteng.

Rata-rata harga CPO lokal periode II Mei 2026 tercatat sebesar Rp14.106,17 per kilogram. Angka tersebut turun dibanding periode I Mei 2026 yang berada di level Rp15.079,85 per kilogram atau berkurang Rp973,68.

Sementara itu, rata-rata harga kernel lokal juga turun dari Rp15.049,74 menjadi Rp13.768,50 per kilogram atau berkurang Rp1.281,24.

Adapun faktor “K” pada periode II Mei 2026 tercatat sebesar 92,05 atau tidak berubah dibanding periode I Mei 2026.

Rizky meminta pabrik kelapa sawit (PKS) dan perusahaan besar swasta (PBS) mematuhi harga acuan yang telah ditetapkan bersama.

“Kita mengingatkan kembali kepada teman-teman PKS dan PBS, tentunya bisa mematuhi apa yang sudah kita hitung pada hari ini,” ujarnya.

Menurut Rizky, penetapan harga TBS bukan sekadar keputusan administratif, melainkan menyangkut kepentingan petani, perusahaan, dan stabilitas usaha perkebunan sawit di daerah.

Ia juga berharap seluruh kabupaten di Kalteng segera menyampaikan hasil penetapan harga tersebut kepada pihak terkait. Selain itu, petani yang belum bermitra didorong untuk bergabung dalam pola kemitraan yang lebih baik.

“Mudah-mudahan petani yang belum bermitra, kita sambil mendorong mudah-mudahan menjadi mitra yang ke depannya jauh lebih baik lagi,” pungkas Rizky.

(Sya'ban)

baca juga ...  Gubernur: Sportivitas Olahraga Cermin Karakter Generasi Muda Kalteng
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!