PALANGKA RAYA – Personel Ditpolairud Polda Kalteng yang bertugas di Markas Unit (Marnit) Palangka Raya menggelar kegiatan sambang masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan imbauan serta edukasi mengenai pentingnya mewaspadai ancaman terorisme dan paham radikalisme anti-Pancasila di wilayah pesisir Daerah Aliran Sungai (DAS) Kahayan.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk deteksi dini dan penguatan ideologi bangsa di tengah masyarakat yang tinggal di kawasan perairan.
Kapolda Kalteng, Irjen Pol. Iwan Kurniawan, melalui Dirpolairud Kombes Pol. Dony Eka Putra, menekankan bahwa kesadaran serta partisipasi aktif dari warga adalah kunci utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
“Kami berharap masyarakat dapat menjadi garda terdepan dalam membentengi lingkungan mereka dan mencegah penyebaran paham radikalisme,” kata Kombes Pol. Dony EkaPutra, Senin 29 Juni 2026.
Polisi yang akrab disapa Dony ini juga menitipkan pesan penting agar masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan. Ia menegaskan bahwa tameng terbaik melawan radikalisme adalah dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila.
“Pancasila harus menjadi landasan utama kita dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan memegang teguh ideologi negara, kita tidak akan mudah disusupi oleh paham-paham yang memecah belah,” tegasnya.
Tidak sekadar berkunjung, personel Ditpolairud juga memberikan penjelasan teknis mengenai bahaya nyata dari terorisme, serta bagaimana cara mengidentifikasi dan mengantisipasi penyebaran paham ekstrem tersebut sejak dini.
Melalui kegiatan edukasi tatap muka ini, Polda Kalteng berharap kesadaran kolektif masyarakat DAS Kahayan dapat meningkat tajam. Dengan sinergi yang kuat antara Polri dan warga, diharapkan wilayah Kalimantan Tengah tetap aman, kondusif, serta sepenuhnya bersih dari penyebaran paham radikal.(im/bs)












