SAMPIT – Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyiapkan berbagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau panjang yang diperkirakan akan terjadi tahun ini.
Kesiapan tersebut meliputi penyediaan masker, obat-obatan, tenaga kesehatan hingga fasilitas pelayanan kesehatan untuk mengantisipasi dampak kemarau dan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Dinas Kesehatan Kotim Umar Kaderi, mengatakan berdasarkan perkiraan cuaca dari BMKG dan informasi dari BPBD, musim kemarau tahun ini diprediksi berlangsung lebih lama dengan suhu yang lebih panas dibandingkan beberapa tahun terakhir.
“Memasuki musim kemarau, panasnya memang sudah mulai terasa berbeda dari sebelumnya. Sesuai perkiraan BMKG dan BPBD, tahun ini kemarau diperkirakan cukup panjang bahkan menjadi salah satu yang terpanas dalam sekitar 15 tahun terakhir,” ujarnya, Senin 6 Juli 2026.
Menghadapi kondisi tersebut, Dinas Kesehatan telah menginstruksikan seluruh puskesmas, rumah sakit, dan fasilitas kesehatan agar meningkatkan kesiapsiagaan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Di Dinas Kesehatan kami sudah menyiapkan masker sebagai langkah antisipasi apabila terjadi karhutla. Kemudian obat-obatan, SDM kesehatan, serta seluruh fasilitas kesehatan juga sudah kami siapkan agar mampu mengantisipasi penyakit yang disebabkan oleh karhutla maupun musim panas,” katanya.
Pj Sekda Kotim ini menjelaskan, stok obat-obatan dipastikan dalam kondisi aman karena pengadaan telah direncanakan jauh hari sehingga kebutuhan pelayanan kesehatan tetap dapat terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.
“Obat-obatan sudah kami antisipasi. Baik ada kemarau maupun tidak, pengadaan obat memang sudah kami siapkan sehingga kebutuhan pelayanan kesehatan tetap terpenuhi,” ucapnya.
Umar mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang umum muncul saat musim kemarau, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan diare.
“Biasanya saat kemarau kasus ISPA dan diare meningkat. Karena itu masyarakat yang beraktivitas di luar rumah kami imbau menggunakan masker, menjaga kesehatan tubuh dengan berolahraga secara teratur, serta mengonsumsi makanan bergizi,” tuturnya.
Selain memastikan pelayanan kesehatan siap, Dinas Kesehatan juga telah memetakan wilayah yang berpotensi mengalami peningkatan kasus diare akibat kekeringan.
Tenaga kesehatan di lapangan diminta aktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pola hidup bersih dan sehat.
“Mereka akan memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang pola hidup bersih dan sehat serta cara mengantisipasi dampak kekeringan,” pungkasnya. (Nardi)












