PALANGKA RAYA – Kepolisian masih memburu tersangka lain dalam kasus penyerangan terhadap tiga personel Satresnarkoba Polres Katingan saat operasi penangkapan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan.
Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Pol Iwan Kurniawan, mengatakan upaya pengejaran terus dilakukan dengan dukungan personel dari Mabes Polri.
“Saat ini memang kita fokus pada penangkapan pelaku. Kami mendapatkan backup dari Mabes Polri untuk menangkap para pelaku,” ujarnya saat ditemui di Kantor Gubernur Kalteng, Palangka Raya, Jumat malam, 10 Juli 2026.
Menurut Iwan, hingga kini sembilan orang telah diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka.
“Sekarang sudah sembilan yang kita tangkap dan telah diamankan,” jelasnya.
Sembilan tersangka tersebut yakni Saldy alias Ateng (38), Dea Nabila alias Dea (22), Isnan Melani Pebriansyah alias Roby (27), Nimu (29), Ahmad Riyadi Saputra alias Yadi (21), M. Lupie (40), Bio (29), Ramblan (25), dan Perie (43).
Bio, Ramblan, dan Perie ditangkap tim gabungan Subdirektorat IV Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama Satgas NIC Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri di Samarinda, pada 10 Juli 2026.
Ketiganya kini masih menjalani pemeriksaan di Jakarta, sedangkan enam tersangka lainnya diperiksa di Polda Kalimantan Tengah.
Kasus ini bermula saat personel Satresnarkoba Polres Katingan menggerebek seorang terduga bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, pada Kamis dini hari, 2 Juli 2026.
Dalam operasi tersebut, petugas sempat mengamankan Bio. Namun, keluarga dan kelompok yang diduga terkait dengannya melakukan perlawanan hingga berhasil membebaskannya.
Akibat penyerangan itu, Aipda Anumerta Yudhie Perdana Putra gugur setelah mengalami luka bacok di bagian kepala.
Sementara itu, Briptu Anumerta Nopandri Ramadhana dan Ipda Anumerta Sumariyanto sempat dinyatakan hilang setelah berupaya menyelamatkan diri ke kawasan hutan dan Daerah Aliran Sungai (DAS).
Briptu Anumerta Nopandri kemudian ditemukan meninggal dunia di Sungai Katingan, Desa Tumbang Lahang, pada Sabtu, 4 Juli 2026.
Sehari kemudian, Ipda Anumerta Sumariyanto ditemukan meninggal dunia di DAS Katingan, wilayah Desa Rantau Asem, Kecamatan Katingan Tengah.
(Sya'ban)












