PALANGKA RAYA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Tengah mempercepat proses validasi data atlet menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIII Kalimantan Tengah 2026.
Upaya tersebut dilakukan dengan memanggil Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) sekaligus Technical Delegate (TD) dari 35 cabang olahraga yang akan dipertandingkan guna menyinkronkan data pendaftaran atlet berdasarkan by name dan by number.
Kegiatan sinkronisasi berlangsung selama empat hari, 13 Juli hingga 16 Juli 2026, di Sekretariat KONI Kalteng. Setiap harinya, sebanyak delapan hingga sembilan cabang olahraga dijadwalkan mengikuti proses pencocokan data bersama tim teknologi informasi (IT) KONI Kalteng hingga pukul 15.00 WIB.
Kepala Sekretariat KONI Kalteng, Wilson Kudit, didampingi Wakil Ketua Umum VII Bidang Pembinaan Prestasi, M. Rasad Samuel, mengatakan sinkronisasi dilakukan untuk memastikan seluruh data atlet dan nomor pertandingan telah sesuai sebelum memasuki tahapan verifikasi akhir.
“Sinkronisasi data antara tim IT provinsi dan KONI Kabupaten/Kota harus diketahui secara detail oleh Technical Delegate. Jika ada nomor tanding yang masih kekurangan peserta, TD dapat segera menginformasikannya kepada pengurus cabang di daerah agar proses pendaftaran tambahan atlet bisa segera dilakukan,” ucapnya, Selasa 14 Juli 2026.
Percepatan koordinasi tersebut menjadi langkah penting agar seluruh nomor pertandingan pada Porprov XIII dapat terlaksana secara optimal. Selain itu, KONI Kalteng juga meminta atlet yang masih memiliki kekurangan dokumen, termasuk surat mutasi, untuk segera melengkapinya sebelum batas waktu verifikasi.
“Sebagai tindak lanjut, KONI Kalteng juga telah menyusun agenda berikutnya. Apabila tidak mengalami perubahan jadwal, pada 20 Juli 2026 dua orang perwakilan Technical Delegate dari setiap cabang olahraga akan diterjunkan ke Kabupaten Kotawaringin Barat untuk meninjau kesiapan venue pertandingan,” tambahnya.
Peninjauan lebih awal dilakukan agar berbagai kendala teknis di lapangan dapat diidentifikasi dan diselesaikan sebelum pelaksanaan Porprov. Setelah itu, KONI Kalteng juga akan menggelar Delegate Registration Meeting (DRM) pada akhir Juli atau Agustus sebagai tahapan final sebelum keabsahan data peserta ditetapkan.
“Harapan kami, saat proses keabsahan nanti tidak ada lagi persoalan terkait data atlet. Demikian, pada saat verifikasi akhir hanya dokumen yang belum lengkap saja yang perlu dibawa dan diselesaikan,” lanjutnya.
Ketua Pengprov Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kalimantan Tengah, Agus Setiawan, menilai sinkronisasi tersebut memudahkan setiap cabang olahraga mencocokkan data peserta dengan Technical Handbook (THB).
“Hasil evaluasi tersebut juga memberikan gambaran mengenai nomor pertandingan yang masih kekurangan peserta sehingga Pengprov dapat segera berkoordinasi dengan Pengcab di kabupaten dan kota untuk melengkapi pendaftaran atlet melalui KONI daerah masing-masing,” tuturnya.
Melalui rangkaian sinkronisasi, peninjauan venue, hingga pelaksanaan DRM, KONI Kalteng menargetkan seluruh administrasi dan kesiapan teknis Porprov XIII Kalimantan Tengah 2026 dapat diselesaikan lebih awal.
“Harapan bisa bisa selesai lebih awal sehingga pelaksanaan pesta olahraga terbesar di tingkat provinsi itu berlangsung lancar dan seluruh nomor pertandingan dapat dipertandingkan secara maksimal,” ungkapnya. (yud)











