SAMPIT – RSUD dr Murjani terus memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak dengan mengembangkan sistem rujukan yang terintegrasi. Langkah ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kecepatan penanganan kasus kehamilan maupun persalinan berisiko tinggi.
Perbaikan mekanisme rujukan tersebut menjadi salah satu strategi untuk menekan angka kematian ibu dan bayi yang hingga kini masih menjadi perhatian dalam pelayanan kesehatan.
Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr. Yulia Nofiany, menjelaskan rumah sakit mengembangkan Sistem Integrasi Penyangga Keselamatan Nyawa Ibu dan Jabang Bayi (SI Penyang) guna mempercepat koordinasi antar fasilitas pelayanan kesehatan ketika menangani pasien dengan kondisi darurat.
“Melalui SI Penyang, proses rujukan menjadi lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi sehingga keselamatan ibu dan bayi dapat lebih terjamin,” katanya, Rabu 15 Juli 2026.
Ia menerangkan, selama ini proses rujukan tidak jarang menghadapi kendala administrasi maupun komunikasi antarfasilitas kesehatan. Kondisi tersebut dapat memperlambat penanganan medis, terutama bagi ibu hamil yang membutuhkan tindakan segera.
Selain mempercepat proses rujukan, SI Penyang juga mendukung identifikasi dini terhadap kehamilan berisiko tinggi.
Dengan begitu, tenaga kesehatan memiliki kesempatan lebih cepat menentukan langkah penanganan sebelum kondisi pasien berkembang menjadi lebih serius.
Kedepan, RSUD dr Murjani berencana mengembangkan SI Penyang menjadi Command Center Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) berbasis digital bersama Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur.
Pengembangan ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi layanan kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan bagi ibu dan bayi di daerah. (Nardi)












