PALANGKA RAYA – Direktur RSJ Kalawa Atei Provinsi Kalimantan Tengah, dr. Seniriaty, mengajak masyarakat menghilangkan stigma negatif terhadap rehabilitasi narkoba.
“Masih banyak masyarakat yang menganggap rehabilitasi sebagai tempat untuk mengurung atau memenjarakan penyalahguna narkoba. Padahal, rehabilitasi merupakan proses pemulihan yang dirancang untuk membantu seseorang keluar dari ketergantungan,” ucapnya, Kamis 16 Juli 2026.
Menurutnya, rehabilitasi itu sebuah program pemulihan, bukan untuk mengurung atau memenjarakan. Melalui Isen Mulang Akademi, peserta rehabilitasi akan mendapatkan pendampingan dari tenaga medis maupun tenaga pendukung yang telah memiliki kompetensi di bidang rehabilitasi adiksi.
“Selain itu, keberhasilan rehabilitasi juga memerlukan dukungan berbagai pihak, termasuk keluarga, masyarakat, dan aparat penegak hukum,” tambahnya.
Selain itu upaya penanganan penyalahgunaan narkoba tidak cukup hanya melalui penegakan hukum. Program rehabilitasi dan dukungan setelah peserta kembali ke lingkungan keluarga juga menjadi bagian penting dalam proses pemulihan.
“Ketika mereka selesai menjalani rehabilitasi, dukungan dari keluarga dan lingkungan menjadi faktor yang sangat penting,” ungkapnya. (yud)












