PALANGKA RAYA – PT PLN (Persero) UID Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng) memastikan salah satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) PT Tanjung Power Indonesia (TPI) di Tabalong, Kalimantan Selatan, telah kembali beroperasi.
General Manager PT PLN (Persero) UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, mengatakan sebelumnya sistem interkoneksi Kalimantan mengalami penurunan pasokan daya akibat gangguan pada tiga unit pembangkit.
Gangguan tersebut meliputi generator PLTU Asam-Asam di Kalimantan Selatan, kebocoran pipa boiler pada PLTU PT SKS Listrik Kalimantan (SLK) di Kabupaten Gunung Mas, serta gangguan sistem pelumasan turbin pada PLTU TPI di Tabalong.
“Kondisi tersebut berdampak pada terbatasnya pasokan listrik di sebagian wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah,” ujarnya saat jumpa pers di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Kamis, 30 Juli 2026.
Iwan mengatakan salah satu unit PLTU TPI di Tabalong dengan daya mampu 100 megawatt (MW) telah kembali beroperasi dan memasok sistem interkoneksi Kalimantan sejak 28 Juli 2026.
Beroperasinya pembangkit tersebut membuat durasi rata-rata pemadaman berkurang dari sekitar enam jam menjadi tiga jam.
PLN selanjutnya menargetkan perbaikan salah satu unit PLTU SLK di Gunung Mas yang memiliki daya mampu 100 MW rampung pada 5 Agustus 2026.
Ia optimistis setelah pembangkit tersebut kembali beroperasi, pemadaman bergilir tidak lagi terjadi. Namun, sistem kelistrikan masih berstatus siaga karena cadangan daya belum sepenuhnya pulih.
“Dengan demikian kondisi kelistrikan tidak ada lagi pemadaman, tetapi masih dalam kondisi siaga dengan cadangan daya yang masih terbatas,” katanya.
Menurut Iwan, status siaga berarti tidak ada lagi pemadaman bergilir, tetapi cadangan daya masih kecil sehingga PLN terus mempercepat pemulihan seluruh pembangkit agar sistem kembali normal.
PLN juga menargetkan perbaikan PLTU Asam-Asam rampung dan kembali masuk ke sistem interkoneksi Kalimantan sekitar 25 Agustus 2026.
“Dengan cadangan daya yang cukup, PLN terus mempercepat proses perbaikan pada unit PLTU Asam-Asam dengan target selesai dan masuk dalam sistem sekitar 25 Agustus 2026,” pungkasnya.
(Sya'ban)












