PULANG PISAU – Status kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Pulang Pisau berangsur membaik setelah masuk kategori zona kuning pada musim kemarau 2026. Perubahan status tersebut menunjukkan penanganan yang dilakukan tim gabungan mulai membuahkan hasil, meski kewaspadaan tetap diminta terus ditingkatkan karena potensi kebakaran masih ada.
Bupati Pulang Pisau H. Ahmad Rifa'i menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang selama ini terlibat dalam upaya pencegahan dan pemadaman karhutla. Menurutnya, keberhasilan menurunkan status dari zona merah ke zona kuning tidak lepas dari kerja sama lintas instansi dan dukungan masyarakat.
Ia mengatakan penghargaan diberikan kepada seluruh unsur yang tergabung dalam penanganan karhutla, mulai dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, hingga masyarakat yang selama ini turut membantu mengendalikan kebakaran di berbagai wilayah Kabupaten Pulang Pisau.
“Atas nama Pemkab Pulang Pisau, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh personel gabungan yang telah bekerja keras sehingga kondisi karhutla di daerah kita kini berada pada zona kuning dari sebelumnya berada di zona merah,” ujar Ahmad Rifa'i, Rabu 29 Juli 2026.
Meski situasi mulai membaik, Bupati mengingatkan seluruh tim agar tidak mengendurkan upaya pengawasan dan penanganan di lapangan. Menurutnya, karakteristik lahan gambut membuat bara api masih berpotensi tersimpan di bawah permukaan tanah sehingga dapat kembali memicu kebakaran apabila tidak ditangani secara menyeluruh.
“Karena wilayah kita gambut, jadi kita akui kalau padam secara menyeluruh memang masih belum. Titik api masih ada, dan kita berharap sebelum pak menteri datang semua sudah terkendali secara maksimal,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau berharap sinergi seluruh pihak terus dipertahankan hingga musim kemarau berakhir. Selain mempertahankan status zona kuning, langkah tersebut diharapkan mampu menekan kemunculan titik api baru sehingga aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan aman serta dampak kabut asap dapat diminimalkan. (denny)












