PALANGKA RAYA – Wakil Ketua III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Junaidi, memberikan dukungan penuh terhadap berbagai langkah inovatif yang dilakukan oleh pemerintah dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Hal ini disampaikan Junaidi menanggapi program pengundian Gebyar Reward Betang Patuh 2026 yang dihelat untuk mendisiplinkan wajib pajak kendaraan bermotor (PKB) oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) pada Selasa, 28 Juli 2026.
Menurut Junaidi, pihak legislatif selalu memberikan ruang dan dukungan kepada instansi terkait untuk mencari formula terbaik dalam menarik kesadaran masyarakat agar taat membayar pajak. Berbagai metode kreatif, mulai dari kegiatan bazar, penyediaan hiburan, hingga pembagian undian berhadiah, dinilai sebagai langkah strategis yang patut diapresiasi.
“Kita selalu memberikan support bagaimana Dinas Pendapatan Daerah untuk bisa menarik masyarakat, mengimbau masyarakat untuk berlomba-lomba membayar pajak. Bahkan dengan berbagai macam cara silakan saja. Apakah dengan bazar, ada hiburannya, atau ada undian berhadiahnya, silakan saja,” ujar Junaidi, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Ia menegaskan, upaya-upaya kreatif tersebut sangat diperlukan demi menggenjot penerimaan daerah dari sektor pajak. Terlebih lagi, tantangan pendapatan ke depan kian meningkat.
Hal ini juga sejalan dengan pembahasan pada rapat Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun 2027, di mana Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kalteng mengusulkan kenaikan target PAD hingga Rp3 triliun.
Oleh karena itu, DPRD Kalteng meminta agar strategi jemput bola dan peningkatan pelayanan serta sosialisasi pajak terus dioptimalkan tanpa batasan cara yang inovatif.
”Karena memang itu perlu dilakukan dalam rangka apa? Dalam rangka kita meningkatkan penerimaan kita di sektor pajak daerah. Kita sepakat dan mendukung, dan memang upaya ini kita dari DPRD minta untuk ditingkatkan apapun caranya,” pungkasnya.
(Syauqi)












