PULANG PISAU – Bupati Pulang Pisau H. Ahmad Rifa'i menilai keterlibatan pemerintah pusat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi dorongan penting untuk mempercepat upaya pengendalian kebakaran yang terjadi di Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya.
Pernyataan tersebut disampaikan Ahmad Rifa'i saat mendampingi kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago yang meninjau Posko Penanganan Karhutla di Desa Tumbang Nusa, Minggu 2 Agustus 2026. Kunjungan itu juga dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pulang Pisau.
Rifa'i mengatakan, kehadiran pemerintah pusat di lokasi terdampak menjadi bentuk perhatian terhadap penanganan karhutla yang masih berlangsung di Kalimantan Tengah. Menurutnya, koordinasi langsung di lapangan akan mempermudah penyamaan langkah antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, dan seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pemadaman.
Ia menjelaskan, penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Diperlukan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pencegahan, pemadaman, hingga pemantauan wilayah rawan agar kebakaran tidak meluas dan dampaknya terhadap masyarakat dapat ditekan.
Menurut Rifa'i, keberadaan posko terpadu memiliki peran penting sebagai pusat koordinasi personel, distribusi peralatan, serta penyusunan strategi penanganan berdasarkan kondisi di lapangan. Dengan koordinasi yang baik, setiap langkah penanganan dapat dilakukan secara lebih cepat dan terarah.
Bupati juga berharap dukungan pemerintah pusat dapat semakin memperkuat kapasitas daerah dalam menghadapi musim kemarau yang masih berlangsung. Selain bantuan personel dan peralatan, sinergi antar lembaga dinilai menjadi faktor utama dalam meningkatkan efektivitas penanganan karhutla.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak untuk mengoptimalkan upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari komitmen melindungi masyarakat, menjaga kualitas lingkungan, serta meminimalkan dampak kabut asap selama musim kemarau. (denny)












