Hotspot Kotim 2026 Tembus 1.257 Titik, Luas Karhutla Capai 373,87 Hektare

IST/BERITASAMPIT - Tangkapan layar karhutla di Kotim.

SAMPIT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Timur (Kotim) semakin meluas. Kondisi tersebut membuat Satuan Tugas (Satgas) Karhutla yang terdiri dari berbagai instansi terkait harus berjibaku dengan api di sejumlah wilayah. Dalam beberapa hari terakhir, petugas bahkan harus menangani belasan titik kebakaran dalam sehari.

Hingga  8 Agustus 2026, tercatat sebanyak 203 kejadian penanganan karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 373,87880 hektare.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam menyampaikan, berdasarkan data perkembangan karhutla dan rekapitulasi hotspot Pemerintah Kabupaten Kotim per 8 Agustus 2026, wilayah terdampak kebakaran tersebar di sejumlah kecamatan.

“Kecamatan Mentawa Baru Ketapang menjadi wilayah dengan luas kebakaran terbesar, yakni mencapai 92 hektare atau 24,61 persen dari total luas terbakar, dengan 77 kejadian penanganan. Disusul Kecamatan Baamang dengan luas terbakar 85 hektare atau 22,92 persen dari total luas kebakaran dengan 83 kejadian,” kata Multazam dalam laporannya.

Sementara Kecamatan Pulau Hanaut mencatat luas terbakar 82,65hektare atau 22,11 persen dari total luas kebakaran, meski jumlah penanganannya tercatat sebanyak empat kejadian.

Wilayah lainnya yang mencatat luas kebakaran cukup signifikan yakni Parenggean 41,5 hektare (11,10 persen), Kota Besi 18,9 hektare (5,06 persen), Teluk Sampit 13,3 hektare (3,56 persen), Telawang 13 hektare (3,49 persen), Mentaya Hilir Utara 10,8 hektare (2,89 persen), dan Mentaya Hilir Selatan 8 hektare (2,14 persen).

Sementara itu, luas kebakaran di Kecamatan Seranau tercatat 3,5 hektare, Cempaga Hulu 2 hektare, Mentaya Hulu 1,45 hektare, dan Cempaga 1 hektare.

Empat kecamatan lainnya, yakni Antang Kalang, Telaga Antang, Bukit Santuai dan Tualan Hulu, hingga data tersebut tercatat belum memiliki kejadian penanganan maupun luas lahan terbakar.

Tidak hanya luasan kebakaran, jumlah titik panas atau hotspot di Kotim juga mengalami peningkatan tajam. Dalam laporan BPBD menyebut, total akumulasi hotspot di Kotim sepanjang 2026 hingga Agustus telah mencapai 1.257 titik. Angka tersebut meningkat jauh dibandingkan sepanjang 2025 yang tercatat sebanyak 453 titik.

baca juga ...  Jalur Transmisi SUTT Antara Gardu Induk Tanjung dan Barikin Terganggu, Listrik Padam Total

Kecamatan Kota Besi menjadi wilayah dengan akumulasi hotspot terbanyak, yakni 241 titik. Kemudian Mentawa Baru Ketapang 152 titik, Mentaya Hilir Utara 138 titik, Seranau 135 titik dan Antang Kalang 101 titik.

Sementara hotspot di kecamatan lainnya tercatat Teluk Sampit 73 titik, Baamang 69 titik, Telaga Antang 60 titik, Mentaya Hulu 50 titik, Bukit Santuai 47 titik, Parenggean 46 titik, Telawang 45 titik, Cempaga 34 titik, Cempaga Hulu 29 titik, Tualan Hulu 22 titik, Pulau Hanaut 14 titik, dan Mentaya Hilir Selatan satu titik.

Lonjakan hotspot paling signifikan terjadi pada Agustus 2026. Hingga 8 Agustus, tercatat sebanyak 740 hotspot di seluruh kecamatan. Angka ini meningkat drastis dibandingkan Juli 2026 yang mencatat 290 hotspot.

Ancaman karhutla di Kotim masih tinggi. BPBD senantiasa mengingatkan masyarakat jangan melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan. Petugas gabungan pun terus melakukan penanganan di lapangan untuk mencegah api meluas dan melindungi wilayah yang berpotensi terdampak. (nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!