PANGKALAN BUN – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Barat (Kobar), Samuel, mengatakan hingga Senin 17 Agustus 2026, wilayah hutan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) masih aman dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)
“Ancaman karhutla dan kabut asap memang ada, tapi belum menemukan titik karhutla di TNTP, berarti hutan dan orangutan di TNTP masih aman dari karhutla,” ujarnya.
Namun demikian, lanjut Samuel, Tim Terpadu tetap melaksanakan tugasnya berjibaku memadamkan karhutla dibeberapa lokasi, serta melakukan tetap patroli kewilayah hutan TNTP di Kecamatan Kumai.
Sementara, Kapolres Koba AKBP Joko Handoko,didampingi Danlanud, Danlanal Kumai, Sekda Kobar, Kepala Pelaksana BPBD Kobar, Kadis Damkar, saat Press Release, membenarkan wilayah TNTP selama ini keamanannya selalu dipantau oleh Tim Terpadu Penanggulangan Bencana Alam Kabupaten Kobar.
“Kami menghimbau kepada warga masyarakat agar tetap waspada, dengan berbagai ancaman bahaya kebakaran. Khususnya kepada para wisatawan yang berkunjung ke TNTP kalau merokok jangan sembarangan buang puntung rokok, juga warga lainnya hati hati jangan meninggalkan rumah dengan listrik dab kompor gas/minyak yang menyala,” tegas Kapolres.
Bupati Kobar Hj.Nurhidayah saat Apel Tanggap Darurat Bencana Karhutla Minggu, 16 Agustus 2026 mengatakan, sampai sekarang di Kobar jumlah lahan yang terbakar mencapai 792,44 H.
Kabupaten Kotawaringin Barat telah berada dalam status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan. Karena itu, seluruh pihak yang terlibat harus bekerja lebih cepat, lebih terkoordinasi dan lebih terukur.
“Saya meminta seluruh unsur yang tergabung dalam penanganan karhutla untuk bekerja dalam satu komando, satu data dan satu tujuan.Kita harus bergerak secara terpadu jangan sampai ada ego sektoral. Karhutla adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya. (man)











