Angka Kemiskinan Turun, Pemkab Dorong Mata Pencaharian Berkelanjutan

MUHAMMADSALEH/BERITASAMPIT - Bupati Jaya Samaya Monong.

KUALA KURUN – Pemerintah Kabupaten mencatat sejumlah perkembangan positif dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Angka kemiskinan dan tingkat ketimpangan pendapatan masyarakat tercatat mengalami penurunan pada 2025.

Bupati Jaya Samaya Monong menyampaikan, angka kemiskinan di daerah tersebut turun dari 5,68 persen pada 2024 menjadi 5,48 persen pada 2025.

Sementara itu, Indeks Gini Ratio juga mengalami penurunan dari 0,255 pada 2024 menjadi 0,235 pada 2025.

Capaian tersebut disampaikan Jaya dalam pidatonya pada Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Halaman Kantor Bupati , Senin 18 Agustus 2026.

Menurut Jaya, penurunan Indeks Gini Ratio menunjukkan tingkat kesenjangan atau ketimpangan antar masyarakat semakin rendah.

Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi juga mengalami peningkatan. Pada 2024, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 4,48 persen, kemudian meningkat menjadi 4,53 persen pada 2025.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga meningkat dari 73,88 pada 2024 menjadi 74,46 pada 2025.

Meski demikian, Jaya menegaskan masih terdapat pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama, terutama dalam menciptakan sumber penghidupan masyarakat yang berkelanjutan.

Sebagian masyarakat, kata dia, masih bergantung pada mata pencaharian yang tidak berkelanjutan melalui ekstraksi sumber daya alam.

Karena itu, pemerintah mendorong adanya pergeseran menuju mata pencaharian yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Jaya menilai memiliki potensi sumber daya alam yang besar. Potensi tersebut harus dikelola secara bijaksana agar mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat.

“Pembangunan akan berhasil apabila seluruh elemen masyarakat bergerak bersama, saling mendukung, saling menghargai, dan bergotong royong,” tegasnya. (ale)

baca juga ...  Pemkab Gunung Mas Tetapkan Arah Pembangunan Lewat RPJMD 2025-2029, Wujudkan Visi Tambun Bungai
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!