Karhutla Mengganas di Kalteng, 8.038,68 Hektare Lahan Hangus

SYA'BAN/BERITASAMPIT - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan Gedung PPIG Universitas Palangka Raya, Jumat, 21 Agustus 2026.

PALANGKA RAYA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat 2.651 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang 1 Januari hingga 6 September 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Kalteng, Ahmad Toyib, mengatakan luas area yang terbakar mencapai 8.038,68 hektare berdasarkan laporan lapangan dari kabupaten/kota.

“Tercatat 2.651 kejadian karhutla dengan luas area terbakar mencapai 8.038,68 hektare berdasarkan laporan lapangan kabupaten/kota,” kata Ahmad dalam keterangan tertulis, Senin, 7 September 2026.

Sementara berdasarkan citra satelit Landsat 8 OLI/TIRS melalui Sipongi Kementerian Kehutanan, luas area terbakar tercatat sekitar 7.634 hektare.

Selain itu, BPBD Kalteng mencatat 102.413 titik hotspot hingga 6 September 2026. Jumlah tersebut merupakan akumulasi pemantauan hingga 6 September 2026 pukul 18.00 WIB.

“Berdasarkan data akumulasi tercatat 102.413 titik hotspot sepanjang 1 Januari hingga 6 September 2026 pukul 18.00 WIB,” ungkapnya.

Untuk menangani karhutla, sebanyak 10.700 personel gabungan dikerahkan. Penanganan juga didukung enam unit helikopter serta satu unit pesawat OMC/Patroli.

“Upaya penanganan juga didukung enam unit helikopter serta satu unit pesawat OMC/Patroli,” jelasnya.

Dari sisi penegakan hukum, BPBD Kalteng mencatat 32 penegakan hukum terkait karhutla sepanjang periode tersebut.

“Dari sisi penegakan hukum, BPBD mencatat terdapat 32 penegakan hukum terkait karhutla sepanjang periode tersebut,” tegasnya.

Ahmad mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar dan meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau untuk mencegah munculnya titik api baru.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau,” pungkasnya.

(Sya’ban)

baca juga ...  Gubernur Agustiar Ajak Semua Elemen Bersatu Perangi Narkoba
Bagikan:
Berita Populer