DPRD Kalteng Dorong Pemprov Hidupkan Kembali PLTMH Seruyan demi Atasi Krisis Listrik

SYAUQI/BERITA SAMPIT - Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalteng, Sudarsono.

PALANGKA RAYA – Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Sudarsono, menyayangkan tidak beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di Kecamatan Suling Tambun, Kabupaten Seruyan. Padahal, pembangkit tersebut dibangun menggunakan anggaran APBN dan sempat berfungsi optimal selama empat hingga lima tahun.

“Secara pribadi saya menyayangkan. Sebenarnya listrik itu dulu kita bangun zaman saya masih (Bupati) di sana. Jadi itu dari APBN sebenarnya. Dan sempat beroperasi sekitar empat tahun mungkin, empat atau lima tahun karena saya masih ada di sana,” kata Sudarsono, Kamis, 10 Agustus 2026.

Ia mempertanyakan tidak adanya pemeliharaan terhadap pembangkit tersebut, khususnya dari pemerintah daerah. Menurutnya, jika hanya mengandalkan pemerintah desa, kemampuan anggarannya sangat terbatas.

“Ini aset sayang sekali. Itu sumber tenaga air yang harusnya bukan hanya sekadar memelihara, tapi mungkin kita terus mencari di mana ada potensi, mesti harus intervensi,” ujarnya.

Sudarsono menilai keberadaan PLTMH sangat penting karena hingga kini akses listrik di wilayah tersebut masih terbatas. PLN baru menjangkau Tumbang Manjul, yang pasokannya juga masih mengandalkan pembangkit diesel. Sementara itu, pembangunan jaringan Rantau Pulut-Tumbang Manjul tengah diupayakan agar kawasan tersebut dapat terkoneksi dengan jaringan listrik dari wilayah bawah.

Untuk Suling Tambun, lanjutnya, jarak yang jauh membuat pengembangan jaringan PLN menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, sumber energi air yang sudah tersedia harus dioptimalkan.

“Suling Tambun ini kan karena jarak jauh sekali, ada sumber air, mestinya ini harusnya terpelihara,” tegasnya.

Sudarsono berencana membawa persoalan tersebut dalam pembahasan anggaran murni 2027. Ia akan mendorong Dinas ESDM Provinsi Kalteng agar dapat melakukan intervensi terhadap pengembangan maupun pemulihan PLTMH tersebut.

“Mudah-mudahan ada kesempatan di pembahasan murni 2027 ini, saya akan coba juga bicarakan dengan ESDM Provinsi agar bisa intervensi juga,” katanya.

Menurut Sudarsono, Seruyan memiliki banyak potensi energi air yang dapat dikembangkan, antara lain di wilayah Seruyan Hulu, Pangkoh, Suling Tambun, Tumbang Langkai, hingga sejumlah kawasan pegunungan seperti Mojang Baru.

“Ada sumber air yang tidak pernah terputus, tidak pernah habis dari pegunungan. Ini kan perlu sebenarnya,” pungkasnya.

(Syauqi)

baca juga ...  PBS Diminta Bantu Desa yang Terdampak Banjir
Bagikan:
Berita Populer