Penulis: Maman Wiharja (Wartawa Senior di Pangkala Bun)
GUBERNUR Kalteng H. Agustiar Sabran menyampaikan, bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), harus ditanggulangi oleh semua pihak, termasuk pihak ketiga antara lain Perusahaan Besar Swasta (PBS).
Adalah PT. Bumitama Gunajaya Agro (BGA Group) yang sejak awal jelang musim kemarau, telah melakukan kegiatan kerjasama untuk memperkuat kesiapsiagaan pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di tiga wilayah operasionalnya di Kalimantan Tengah, yakni di Kotawaringin Barat, Pundu, dan Mentaya.
Upaya ini dilakukan melalui sinergi lintas sektor bersama Forkopimda, Forkopincam, BPBD, TNI-Polri, Manggala Agni, yang didukung tim pemadam kebakaran perusahaan.
Dengan cakupan operasional seluas 184.000 hektare yang terdiri dari 66% kebun inti dan 34% kebun plasma, dan mempekerjakan lebih dari 30.000 personel serta ribuan masyarakat sekitar, kesiapsiagaan menghadapi karhutla menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan sekaligus bersinergi dengan masyarakat sekitar. Langkah tersebut sejalan dengan komitmen BGA dalam menjalankan operasional perkebunan kelapa sawit dalam skala besar secara berkelanjutan dan bertanggung jawab.
Pada 2025, BGA mencatat produksi sebesar 1,25 juta ton crude palm oil (CPO) dari pengolahan 5,65 juta ton TBS, yang berasal dari 39% kebun inti, 21% kebun plasma dan 39% petani swadaya, dengan nilai penjualan mencapai Rp19,95 triliun yang seluruhnya diserap pasar dalam negeri. Oleh karena itu, kegiatan siaga karhutla yang digelar perusahaan bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan wujud penguatan koordinasi lapangan, kesiapan personel, pengecekan sarana pemadaman, hingga peningkatan kapasitas tim tanggap darurat bersama para pemangku kepentingan.
Untuk mendukung keberlanjutan operasional tersebut, BGA tidak hanya memperkuat kesiapan internal perusahaan, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam pencegahan karhutla melalui program Desa Bebas Api dan pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA), dimana tujuannya untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, sekaligus memperkuat kemampuan warga dalam deteksi dini dan penanganan awal kebakaran.
Melalui pendekatan tersebut, masyarakat berperan aktif sebagai garda terdepan dalam mencegah karhutla. Keterlibatan MPA dinilai efektif karena melibatkan warga lokal yang memahami kondisi wilayah dan dapat merespons cepat saat muncul potensi titik api.
Di Kalimantan Tengah, tahun ini BGA bekerja sama dengan 12 desa di sekitar wilayah operasional untuk memperkuat pencegahan karhutla berbasis masyarakat. Kolaborasi ini terus diperluas sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun kawasan perkebunan dan desa yang lebih tangguh terhadap ancaman kebakaran.
BGA meyakini bahwa pencegahan karhutla memerlukan sinergi berkelanjutan antara perusahaan, pemerintah, aparat, dan masyarakat agar lingkungan tetap terjaga serta aktivitas masyarakat dapat berlangsung kondusif selama musim kemarau.
Salah satu bentuk sinergi yang berkelanjutan dalam penanggulangan karhutla, di Kabupaten Kobar pada Rabu 9 September 2026, BGA Group telah manyalurkan bantuan Bahan Bakar Minyak (BBM), melalui Posko Induk Satgas Karhula di Kantor BPBD Kabupaten Kobar.
Bantuan BBM tersebut untuk membantu kegiatan oprasional para personil, terutama untuk mendukung mobilitas menuju lokasi titik api yang jaraknya cukup jauh dengan medan yang cukup sulit.
Corporate Afair ( CA ) Regional 5 A dan 5 B ( BGA Group ) M Jauhari, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan, terhadap penanggulangan bencana karhutla di Kabupaten Kobar.
“Seperti telah disampaikan Ibu Bupati Kobar Hj.Nurhidayah, bahwa penanggulangan bencana karhutla tidak hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga membutuhkan keterlibatan penanganan dari perusahaan dan masyarakat ,“ katanya.
Menurut Jauhari, bantuan BBM diharapkan dapat memperlancar kegiatan para personil Satgas dari Posko sampai kelokasi karhutla, yang medannya cukup jauh.
BGA Group menilai, bahwa bencana karhutla dampaknya luas biasa terhadap berbagai aktivitas perusahaan dan masyarakat, akibat kabut asap. Maka dari itu sinergi Pemerintah antara perusahaan dan masyarakat harus makin ditingkatkan untuk memperkuat kebersamaan dalam penanggulangan bencana karhutla.
Bupati Kobar Hj.Nurhidayah, disetiap rapat khusus dengan Tim Satgas selalu mengingatkan, bahwa penangulangan bencana karhutla harus ditangani secara bersama.
“Atas nama pemerintah daerah, kami mengucapkan terimakasih kesemua pihak, khususnya pihak ketiga/perusahaan yang telah membantu menyalurkan berbagai bantuan melalui Posko Induk Satgas BPBD Kabupaten Kobar. Mari kita bersama berjuang untuk memadamkan karhutla dan berdo,a semoga cepat turun hujan,” ungkap Bupati Kobar. (*)











