Dua Warga Kotim Jadi Korban Tenggelamnya KM Virgo Transport 8, Ini Respons Pemprov Kalteng

IST/BERITA SAMPIT - KM Virgo Transport 8 yang terbalik di Laut Jawa.

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) terus memantau perkembangan penanganan insiden tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa pada Minggu, 13 September 2026. Kapal yang membawa ratusan penumpang rute Surabaya menuju Banjarmasin itu dikabarkan turut mengangkut dua warga asal Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

​Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo menyatakan, pihaknya saat ini masih menunggu informasi resmi dan valid dari Dinas Perhubungan Kalteng yang saat ini berkoordinasi dengan otoritas terkait di Kalimantan Selatan.

“Yang jelas kita menunggu informasi, dari Kepala Dinas Perhubungan masih mengkoordinasikan di sana kan. Memang langkah-langkah kalau yang diperlukan kita siap.

Tapi saat ini kan sedang dilaksanakn oleh tim gabungan di sana. Ya kita siap aja,” kata Edy usai rapat paripurna di DPRD Kalteng, Senin, 14 September 2026.

Terkait bantuan bagi korban, Edy menyebut Pemprov Kalteng masih menunggu data dan informasi yang valid. Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk mendoakan agar seluruh korban dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.

“Belum, kita masih menunggu informasi yang valid ya. (Kita) berdoa ya mudahan ditemukan selamat dan aman,” kata Edy.

Berdasarkan data manifes resmi Kementerian Perhubungan per Senin, 14 September, KM Virgo Transport 8 mengangkut total 243 orang, yang terdiri atas 30 kru, 27 mitra kerja kapal, 59 penumpang dewasa, satu anak-anak, serta 126 sopir dan kernet, dengan muatan 89 unit kendaraan.

Dua warga Kotim yang menjadi korban dalam insiden tersebut diketahui merupakan pasangan suami istri, yakni Helianto (55) dan Novika Liana (43). Keduanya berdomisili di Surabaya, namun masih memiliki urusan pekerjaan di Sampit dan berencana pulang untuk menghadiri acara keluarga.

​Anak korban, Rico, menceritakan bahwa pihak keluarga sempat menerima kabar dari ayahnya sekitar pukul 01.00 WIB atau pukul 02.00 WITA. Dalam komunikasi terakhir tersebut, Helianto menyampaikan bahwa kondisi kapal sudah mulai miring ke arah kanan dan meminta keluarga mendoakan keselamatan mereka sebelum akhirnya komunikasi terputus (lost contact).

Sejak pagi hari, Rico mendatangi Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, untuk mencari kejelasan dan berkoordinasi langsung dengan pihak Basarnas. Namun, hingga kini nama kedua orang tuanya belum tercantum dalam daftar korban yang telah dievakuasi.

baca juga ...  Pengelolaan SDM BPJamsostek Terbukti Profesional

Berdasarkan informasi terakhir yang diterima Rico, sebanyak 125 orang telah berhasil dievakuasi, dengan enam orang di antaranya dilaporkan meninggal dunia.

la berharap kedua orang tuanya dapat segera. ditemukan dalam kondisi selamat.

“Sebagai anak, harapannya ibu sama ayah itu bisa ditemukan dalam keadaan selamat. Tapi kalaupun memang jalan-Nya mungkin enggak kesampaian, ya diharapkan jasadnya bisa ditemukan,” ujar Rico.

(Syauqi)

Bagikan:
Berita Populer