PALANGKA RAYA – Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Sudarsono, mendorong pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah konkret dalam mengatasi krisis air bersih. Pasalnya, masalah ini terus melanda sejumlah wilayah, khususnya kawasan pedalaman dan pesisir Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan Kabupaten Seruyan saat musim kemarau.
Menurut legislator dari Partai Golkar yang mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) II Kotim dan Seruyan ini, persoalan krisis air bersih merupakan masalah klasik yang selalu berulang setiap tahun. Oleh karena itu, pemerintah daerah dinilai perlu menyiapkan langkah antisipasi jangka panjang, termasuk pembangunan sumur bor dalam di wilayah yang rawan kekeringan.
“Jadi ini sebenarnya berulang. Kalau musim kemarau tentu di beberapa daerah kita memang mengalami kondisi seperti ini. Ada juga aspirasi yang meminta sumur bor, sumur bor dalam, dalam rangka antisipasi itu juga,” kata Sudarsono, Selasa, 15 Agustus 2026.
Ia meminta pemerintah daerah melakukan intervensi nyata dengan melibatkan PDAM, terutama dalam memenuhi kebutuhan masyarakat di Sampit dan sekitarnya. Untuk penanganan darurat, distribusi air menggunakan mobil tangki dinilai perlu diperbanyak agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
“Dalam kondisi seperti ini, pemerintah daerah harus betul-betul melakukan upaya penanggulangan bersama dengan PDAM yang ada di Sampit terutama dan sekitarnya, tentu menyiapkan banyak distribusi air melalui tangki,” ujarnya.
Sementara untuk jangka panjang, Sudarsono menilai pembangunan sumur bor dalam dapat menjadi salah satu solusi, terutama bagi desa yang belum terjangkau jaringan PDAM. Ia menyebut aspirasi tersebut juga disampaikan masyarakat di wilayah Rungau dan Sembabuan yang selama ini masih mengandalkan sumur biasa maupun sumur bor dengan kedalaman terbatas.
“Kalau saya kemarin di daerah Rungau, di daerah Sembabu itu mereka juga minta sumur bor dalam karena ketersediaan PDAM kan belum ada memang di situ,” pungkas Sudarsono.
(Syauqi)











