Kesulitan Suplai Air di Sampit Sebabkan Dapur Rumah Warga Terbakar Saat Karhutla

NARDI/BERITASAMPIT - Rapat Koordinasi karhutla di Kotim.

SAMPIT – Kesulitan mendapatkan suplai air menjadi salah satu kendala dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Bahkan, keterlambatan pasokan air membuat petugas tidak bisa segera melakukan pemadaman ketika api mulai mendekati permukiman warga.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Kotim Irawati dalam rapat koordinasi penanganan karhutla bersama perusahaan besar swasta (PBS) di Kotim, Rabu 16 September 2026.

Irawati mengatakan, kondisi di lapangan cukup memprihatinkan. Sejumlah titik api sudah mendekati bahkan masuk ke kawasan permukiman, seperti di Jalan Langsat 4, Jalan Murai dan kawasan Pengeringan, api bahkan telah membakar bagian dapur rumah warga.

“Pasukan kita siap, tapi suplai air kurang. Titik air juga tidak ada. Kalau pagi masih mudah karena air pasang. Tetapi kalau siang, sore sampai malam, sulit mencari air karena surut, sumur bor juga mengering” ujarnya.

Sumur bor juga hanya mampu mengisi satu tangki air, kemudian setelah satu profil penuh makan sumur bisa kering.

Menurutnya, petugas pemadam sebenarnya sudah siap melakukan penanganan. Namun, ketika air habis, mereka harus menunggu armada berikutnya mengisi dan membawa air ke lokasi.

Irawati menyebut pernah terjadi kondisi petugas harus menunggu suplai air hingga sekitar 40 menit. Waktu tersebut menjadi sangat berharga ketika api sudah berada dekat dengan rumah warga.

“Selama kita memadamkan, kita menunggu suplai air antre. Ada kejadian kita menunggu air sampai 40 menit, akhirnya dapur rumah warga terbakar,” katanya.

Karena itu, Irawati meminta perusahaan yang beroperasi di wilayah Kotim turut memperkuat dukungan dengan menyiapkan armada tangki air. Ia berharap bantuan tersebut tidak hanya berupa mobil dan profil tank, tetapi juga dilengkapi pompa serta operator atau sopir sehingga dapat langsung digunakan ketika dibutuhkan di lapangan.

“Kita minta perusahaan menyiapkan bantuan mobil lengkap dengan profil tank. Kalau bisa ada pompa Alkon dan sopirnya langsung, sehingga ketika dibutuhkan bisa segera bergerak,” pintanya.

Ia mengapresiasi sejumlah perusahaan yang telah membantu penanganan karhutla di wilayah kerja masing-masing. Menurutnya, perusahaan yang memiliki wilayah kerja berdekatan dengan titik api diharapkan segera turun membantu sebelum api semakin membesar.

Untuk wilayah perkotaan, sore hari akan kekurangan air, mereka bisa minta ke Depot Pertamina di Baamang. Armada tangki yang besar bisa mengisi atau ke pelabuhan Pertamina.

Ia menegaskan, dukungan armada dan suplai air dari perusahaan sangat dibutuhkan untuk mempercepat penanganan. Terlebih, kekuatan petugas di lapangan dinilai sudah siap, namun terkendala ketersediaan air.

“Petugas siap. Tinggal airnya yang menjadi kendala,” tegasnya.

Untuk penanganan melalui udara, Irawati menjelaskan bahwa pemadaman menggunakan helikopter memiliki fungsi berbeda dengan pemadaman oleh pasukan darat. Pemadaman dari udara lebih banyak berfungsi untuk mendinginkan area, sementara penanganan langsung terhadap api tetap membutuhkan pasukan darat.

“Kalau pemadaman itu tetap dari darat. Kalau heli mengguyur dari atas sifatnya lebih untuk mendinginkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Kotim Halikinnor dalam rapat tersebut menginstruksikan jajaran pemerintah daerah untuk memperkuat koordinasi penanganan karhutla.

Penjabat Sekretaris Daerah diminta segera menyurati Pertamina agar dapat membuka akses pengisian air untuk mendukung kebutuhan pemadaman.

“Kami meminta posko karhutla dan BPBD memperjelas pemetaan titik koordinat api yang sulit dijangkau agar penanganan bisa dilakukan oleh perusahaan yang dekat atau jika heli water bombing sudah tiba maka penanganan bisa segera dilakukan,” ungkapnya.

Selain itu, camat diminta berkoordinasi dengan perusahaan yang berada di sekitar lokasi kebakaran agar bantuan pemadaman dapat segera dikerahkan. (Nardi)


baca juga ...  Penumpang Kapal dari Pelabuhan Sampit ke Pulau Jawa Disebut Melonjak
Bagikan:
Berita Populer