Anak Putus Sekolah di Kalteng Dibekali Keterampilan

IST/BERITASAMPIT - Anak dan remaja penerima manfaat mengikuti pembinaan keterampilan di Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) Dinsos Kalteng.

PALANGKA RAYA – Putus sekolah bukan berarti berakhirnya kesempatan untuk belajar. Di Kalimantan Tengah, anak dan remaja yang tidak lagi mengikuti pendidikan formal tetap mendapat kesempatan untuk belajar dan mengembangkan kemampuan melalui program rehabilitasi sosial.

Program tersebut dilaksanakan Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah melalui Panti Sosial Bina Remaja (PSBR). Di tempat ini, penerima manfaat tidak hanya mendapatkan pembinaan, tetapi juga diarahkan untuk mempelajari berbagai keterampilan yang dapat menjadi bekal saat kembali ke keluarga dan masyarakat.

Sejumlah keterampilan yang diberikan disesuaikan dengan minat dan kemampuan penerima manfaat. Di antaranya otomotif atau perbengkelan, serta tata busana dan menjahit.

Plt Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah Alexander Prasetyo, mewakili Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah Drs. Akhmad Husain, mengatakan rehabilitasi sosial menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak yang sebelumnya tidak dapat melanjutkan pendidikan formal.

“Yang kami dorong bukan hanya bagaimana anak-anak ini mendapatkan pembinaan selama berada di panti, tetapi bagaimana mereka memiliki keterampilan yang bisa dibawa ketika kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat. Harapannya, mereka memiliki kemampuan untuk melanjutkan hidup secara lebih mandiri,” ucapnya, Rabu 16 September 2026.

Setiap anak memiliki kondisi dan latar belakang yang berbeda. Karena itu, proses pembinaan perlu disesuaikan dengan kemampuan serta minat masing-masing penerima manfaat.

“Kami ingin keterampilan yang mereka dapatkan benar-benar bisa digunakan. Karena itu, proses pembinaan harus memberikan pengalaman yang dekat dengan kebutuhan mereka dan bisa menjadi bekal ketika mereka kembali ke keluarga maupun masyarakat,” tambahnya.

Selain pembinaan keterampilan, program rehabilitasi sosial juga mencakup pemenuhan kebutuhan dasar dan pendampingan selama anak mengikuti proses pembinaan.

“Keterampilan yang diberikan juga diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan selama berada di panti. Anak-anak didorong agar mampu mempraktikkan dan mengembangkan kemampuan tersebut setelah kembali ke lingkungan masing-masing,” lanjutnya.

Pelayanan rehabilitasi sosial dasar dapat meliputi pengasuhan, makanan, sandang, kesehatan, bimbingan fisik, mental, spiritual dan sosial, hingga akses terhadap pendidikan dasar.

“Bagi Dinas Sosial Kalteng, persoalan anak putus sekolah tidak hanya berkaitan dengan hilangnya kesempatan mengikuti pendidikan formal. Kemampuan anak untuk kembali berinteraksi di lingkungan sosial dan memiliki bekal untuk menentukan langkah selanjutnya juga perlu mendapat perhatian,” tuturnya.

Karena itu, keberadaan PSBR menjadi salah satu ruang pembinaan bagi anak dan remaja untuk mengenali serta mengembangkan kemampuan yang dimiliki.

“Mereka tidak hanya menjalani kegiatan pembinaan, tetapi juga mendapat bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, Setelah selesai mengikuti pembinaan, tentu mereka akan kembali ke keluarga dan lingkungan masing-masing. Karena itu, dukungan keluarga sangat penting agar keterampilan dan perubahan yang sudah dibangun selama di panti tidak berhenti begitu saja,” ungkapnya. (yud)

baca juga ...  Jalan Tumbang Nusa Rusak, Pemprov Kalteng Koordinasi dengan BPJN
Bagikan:
Berita Populer