Air Baku PDAM Tirta Arut Masih Bisa Layani Puluhan Ribu Pelanggan, Tapi Tak Layak Konsumsi

IST/BERITASAMPIT - Direktur Perumdam Tirta Arut Pangkalan Bun, Sapriansyah.

PANGKALAN BUN – Direktur Perumdam Tirta Arut Pangkalan Bun, Sapriansyah, menegaskan ketersediaan air baku masih aman meski kemarau panjang, namun kualitas air tidak layak untuk di konsumsi hanya untuk kebutuhan mandi, cuci dan kakus (MCK), pasalnya sebagian penyaluran air dari Perumdam Tirta Arut telah intrusi air laut hingga air terasa asin atau payau.

Sapriansyah menyampaikan intrusi air laut tersebut akibat berkurangnya curah hujan yang membuat volume air sungai menurun dan mendorong air asin dari laut yang masuk ke sumur penarikan atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) PDAM.

“Kami sudah mempersiapkan dari jauh hari apabila kita memasuki kemarau panjang, pelayanan tetap berjalan, untuk unit pelayanan yang ada di wilayah Pangkalan Bun, Pangkalan Banteng Pangkalan Lada, dan unit pelayanan Bumi Harjo air terasa asin atau payau, sementara wilayah yang tidak terkontaminasi hanya unit pelayanan Kotawaringin Lama dan Arut Urara,” ujarnya, Jumat 18 September 2026.

Terkait kondisi tersebut, Perumdam Tirta Arut untuk sementara tidak merekomendasikan air yang disalurkan melalui jaringan perpipaan untuk dikonsumsi secara langsung.

“Air terasa asin atau payau itu baru dirasakan sejak bulan Agustus sampai saat ini, akibat kemarau panjang, namun demikian pelanggan dengan jumlah 30.600 pelanggan tetap bisa terlayani air bersih, hanya saja kualitas airnya tidak layak untuk minum,” ucapnya.

Untuk kebutuhan air minum, lanjut Sapriansyah, masyarakat dapat menggunakan produk air minum Banyu Kinum.

Selain memengaruhi kualitas air, kondisi payau juga berdampak terhadap sejumlah peralatan jaringan distribusi. Sebab kandungan air tersebut dapat mempercepat proses korosi sehingga berpotensi mengurangi usia pakai pompa dan meteran pelanggan.

Di sisi lain, Sapriansyah menyampaikan apresiasi terhadap meningkatnya kepercayaan masyarakat kepada Perumdam Tirta Arut. Hal tersebut terlihat dari masih tingginya permohonan pemasangan sambungan atau meteran baru.

baca juga ...  Satu Hari Polres Kobar Tangkap Tiga Penjual Miras Ditempat yang Berbeda, Penangkapan Ketiga Bikin Geleng-geleng

Tingkat kepatuhan pelanggan dalam pembayaran rekening air juga tergolong tinggi, yakni mencapai sekitar 95 persen. Bahkan, terdapat lima unit pelayanan yang tingkat pembayarannya telah mencapai 100 persen.

“Dengan pelayanan Ramah, Cepat, Berkualitas. Tujuannya kepuasan pelanggan adalah kebahagiaan kami,” ujarnya.

Pada kondisi kemarau seperti saat ini, Perumdam Tirta Arut juga turut membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air dengan menyalurkan air bersih secara gratis ke sejumlah lokasi.

Meski demikian, masih terdapat ratusan permohonan distribusi air bersih yang belum dapat dilayani. Kondisi tersebut disebabkan keterbatasan kemampuan dan kapasitas yang tersedia.

“Sampai saat ini masih ada ratusan pemohon yang belum kita layani. Karena melihat kemampuan kapasitas,” pungkasnya.

Terpisah, sejumlah pelanggan khususnya di Perumahan terbesar RT 6 dan RT 8 Beringin Rindang, Desa Pasir Panjang Kecamatan Arut Selatan, mengatakan yang penting untuk mandi,cuci ,kakus (MCK).

“Alhamdulillah, biarpun airnya agak asin  masih ada Air bening dari PDAM. Sementara air bersih yang bisa dikonsumsi untuk minum dan ngopi masih bisa beli Rp5 ribu per galon besar 5 liter,” kata Ibu Romlah. (man)

Bagikan:
Berita Populer