Tersulut Emosi, Suami Diduga Bunuh dan Buang Jasad Istri ke Hutan

SYAHYUDI/BERITASAMPIT - Kapolresta Palangka Raya, Kombes Pol Andiyatna (tengah) didampingi Kapolsek Pahandut, AKP Iyudi Hartanto (kiri) dan Kasihumas Polresta, AKP Sukrianto saat rilis kasus pembunuhan di Mapolsek Pahandut.

PALANGKA RAYA – Polisi terus mendalami motif pembunuhan perempuan berinisial SS yang jasadnya ditemukan di kawasan hutan sekitar Jalan Soekarno, Kota Palangka Raya. Dari hasil pemeriksaan sementara, perkara tersebut diduga berawal dari persoalan rumah tangga.

Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol. Andiyatna mengatakan, berdasarkan keterangan yang diperoleh penyidik, pelaku mengakui perbuatannya. Persoalan antara pelaku dan korban disebut berkaitan dengan masalah keluarga.

“Memang untuk yang tinggal disitu, kemungkinan tadi masalah rumah tangga yang diakui juga oleh pelaku,” ucapnya, Rabu 23 September 2026.

Sebelum peristiwa terjadi, terdapat perkataan korban yang diduga menyinggung perasaan pelaku. Teguran dari korban kemudian membuat pelaku tersulut emosi hingga akhirnya melakukan tindakan kekerasan.

“Pelaku mungkin diingatkan oleh istrinya, akhirnya tidak terima. Setelah terjadi spontanitas emosional, melakukan suatu perbuatan,” tambahnya.

Terkait informasi mengenai dugaan pinjaman online (pinjol) yang disebut menjadi penyebab cekcok, polisi belum memastikan hal tersebut sebagai motif utama. Penyidik masih melakukan pendalaman terhadap aliran uang dan persoalan keuangan dalam keluarga tersebut.

“Berdasarkan keterangan orang tua korban, selama sekitar dua tahun mereka tidak pernah bertemu secara langsung dengan korban. Komunikasi hanya dilakukan melalui media sosial,” lanjutnya.

Dalam periode tersebut, orang tua korban juga beberapa kali mengirimkan uang setelah mendapat permintaan melalui akun media sosial yang diyakini milik anaknya.

“Yang jelas, menurut pengakuan daripada orang tua, terkadang berapa pun diminta selalu dipenuhi. Karena sudah tahu dengan namanya anak, pasti akan selalu begitu,” tuturnya.

Mengenai jumlah keseluruhan uang yang telah dikirimkan, polisi belum menyampaikan angka pastinya. Penyidik masih mendalami penggunaan uang tersebut, termasuk kemungkinan berkaitan dengan persoalan utang.

“Belum bisa kita katakan saat ini. Yang jelas menurut pengakuan orang tua, terkadang berapa pun diminta selalu dipenuhi,” urainya.

Untuk lokasi kejadian, memastikan perkara tersebut terjadi di sekitar Jalan Soekarno. Setelah korban meninggal dunia, jasadnya kemudian dibawa dari lokasi kejadian dan diseret sekitar 30 meter ke arah kawasan hutan.

“Lokasinya memang masih di sekitar Jalan Soekarno. Untuk pemindahannya diseret kurang lebih 30 meter ke arah hutan dan masih kawasan hutan,” bebernya.

Polisi juga masih mendalami aktivitas pelaku maupun kondisi rumah yang menjadi lokasi kejadian. Berdasarkan informasi sementara, rumah tersebut juga digunakan untuk kegiatan usaha.

“Sementara itu, terkait pekerjaan pelaku, polisi menyebut yang bersangkutan diketahui bekerja di sektor swasta,” ungkapnya. (yud)

baca juga ...  Polda Kalteng Perketat Pemeriksaan Jalur Darat Perbatasan Kalteng-Kalsel di Bartim
Bagikan:
Berita Populer