Jembatan Kayu Walter Condrad Baamang akan Diganti Box Culvert Rp1,6 Miliar, Target Rampung Akhir Tahun

NARDI/BERITASAMPIT - Kondisi jembatan kayu di Jalan Walter Condrad menuju Baamang Hulu.

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) segera merealisasikan pembangunan ulang jembatan di Jalan Walter Condrad, Kecamatan Baamang. Infrastruktur yang selama ini masih menggunakan konstruksi kayu akan diganti dengan bangunan permanen menggunakan box culvert dengan dukungan anggaran sekitar Rp1,6 miliar.

Pembangunan jembatan yang menghubungkan Baamang Tengah dan Baamang Hulu tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Pasalnya, kondisi jembatan yang ada saat ini dinilai sudah tidak layak karena usia konstruksinya yang cukup tua.

Lantai jembatan sudah ada yang anjlok sehingga permukaannya tidak rata serta sejumlah bagian kayu yang mulai mengalami penurunan kualitas menjadi alasan utama perlunya penanganan segera.

Kondisi itu juga berpotensi membahayakan pengendara yang melintas setiap hari, merek harus hati-hati melintas serta sangat khawatir saat melintas.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim, Mentana Dhinar Tristama, mengatakan saat ini proyek tersebut masih berada dalam tahap proses pengadaan barang dan jasa (PBJ).

Menurutnya, konstruksi lama akan dibongkar dan digantikan dengan box culvert tiga sel yang dinilai lebih kuat dan memiliki usia layanan lebih panjang dibandingkan jembatan kayu.

“Jembatan kayu yang sudah berusia tua itu akan diganti dengan box culvert tiga lubang sebagai solusi permanen untuk akses di kawasan Walter Condrad,” ujarnya, Selasa 6 Oktober 2026.

Meski waktu pelaksanaan pada tahun anggaran 2026 tersisa beberapa bulan, pemerintah daerah optimistis pekerjaan dapat dirampungkan sesuai target. Perhitungan teknis yang telah dilakukan menunjukkan proyek masih memungkinkan selesai sebelum akhir tahun.

Mentana menjelaskan pihaknya telah menghitung kebutuhan waktu pelaksanaan secara detail sehingga pembangunan tetap dilanjutkan dan tidak akan ditunda ke tahun berikutnya.

“Berdasarkan perhitungan teknis yang kami lakukan, pekerjaan ini masih bisa dikejar dan ditargetkan selesai hingga akhir tahun,” katanya.

Ia menambahkan, proyek tersebut menjadi salah satu prioritas peningkatan infrastruktur daerah karena menyangkut akses masyarakat yang setiap hari memanfaatkan ruas jalan tersebut.

Dengan pembangunan ulang ini, diharapkan akses transportasi di kawasan Walter Condrad menjadi lebih aman, lancar, dan mampu menunjang aktivitas masyarakat dalam jangka panjang. (Nardi)


baca juga ...  Dinkes Kotim Waspadai Peningkatan Diare dan ISPA saat Kemarau
Bagikan:
Berita Populer