Antrean Cuci Darah di RSUD Murjani Capai 200 Pasien, Rumah Sakit Wacanakan Gedung Baru

NARDI/BERITASAMPIT - Wakil Direktur Anggaran dan Keuangan RSUD dr Murjani Sampit, Setia Rahmadi.

SAMPIT – Kebutuhan layanan hemodialisa atau cuci darah di RSUD dr Murjani Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terus meningkat. Kondisi ini terlihat dari jumlah pasien yang masuk daftar antrean, bahkan kini telah mencapai lebih dari 200 orang.

Di tengah tingginya kebutuhan tersebut, rumah sakit masih menghadapi keterbatasan fasilitas untuk menambah kapasitas pelayanan. Bukan hanya jumlah mesin, ketersediaan ruangan khusus juga menjadi persoalan yang harus diselesaikan.

Wakil Direktur Anggaran dan Keuangan RSUD dr Murjani Sampit, Setia Rahmadi, mengungkapkan saat ini rumah sakit memiliki 21 unit alat hemodialisa. Jumlah tersebut belum mampu mengimbangi banyaknya pasien yang membutuhkan layanan cuci darah.

“Tenaga sebenarnya cukup, tetapi alat kita baru 21 unit. Jumlah pasien yang membutuhkan cuci darah terlalu banyak. Sekarang saja antreannya hampir di atas 200,” jelasnya, Jumat 30 Oktober 2026.

Menurutnya, penambahan mesin hemodialisa tidak bisa dilakukan begitu saja. Rumah sakit harus memastikan tersedianya ruangan yang memadai agar penambahan peralatan tersebut bisa diikuti dengan peningkatan kapasitas pelayanan.

Karena itu, pihak RSUD dr Murjani berencana mengusulkan pembangunan gedung baru secara terpadu. Usulan tersebut memerlukan anggaran besar sekitar Rp100 miliar namun dinilai lebih efektif dibandingkan hanya membangun ruangan khusus untuk pelayanan cuci darah.

Melalui pembangunan gedung tersebut, rumah sakit berharap kebutuhan ruang hemodialisa dan sejumlah fasilitas pelayanan lainnya dapat ditata secara bersamaan, tidak hanya ruang cuci darah saja.

Selain menambah daya tampung, gedung baru juga diharapkan mendukung pemisahan pelayanan pasien dengan penyakit menular dan tidak menular. Dengan demikian, penataan fasilitas dapat lebih baik sekaligus memberikan kenyamanan bagi pasien.

“Kalau hanya membangun satu ruangan untuk hemodialisa, rasanya kurang tepat. Rencananya kami mengusulkan satu gedung secara keseluruhan, sehingga kebutuhan ruangan dan pelayanan lainnya bisa ditata sekaligus,” ujarnya.

Pembangunan fasilitas baru ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi RSUD dr Murjani dalam menjawab peningkatan kebutuhan layanan kesehatan, khususnya bagi pasien yang harus menjalani cuci darah secara rutin. (Nardi)


baca juga ...  Sejumlah Anggota DPRD Kotim Mulai Cek Kesehatan untuk Syarat Pileg 2024
Bagikan:
Berita Populer