SAMPIT – Meningkatnya kebutuhan layanan cuci darah menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan ginjal. Menjaga pola hidup sehat dan menghindari kebiasaan yang berpotensi mengganggu fungsi ginjal perlu dilakukan sejak dini.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Direktur Anggaran dan Keuangan RSUD dr Murjani Sampit, Setia Rahmadi.
Ia mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri maupun anggota keluarga, terutama dalam menjaga kebiasaan konsumsi makanan dan minuman sehari-hari.
Menurutnya, pencegahan harus menjadi perhatian bersama agar masyarakat tidak sampai mengalami gangguan ginjal yang berujung pada kebutuhan menjalani hemodialisa (HD) atau cuci darah.
“Saya cuma nitip pesan terkait HD, tolong kita jaga keluarga kita masing-masing. Apa-apa yang mungkin bisa merusak ginjalnya, kita hindari. Minuman kaleng dan lain-lain ini,” ujarnya Senin 2 November 2026.
Sejumlah jenis minuman memang perlu dibatasi konsumsinya, terlebih jika dikonsumsi secara berlebihan dan terus-menerus.
Di antaranya minuman bersoda, minuman berenergi, minuman kemasan dengan kandungan gula tinggi, serta minuman tinggi fosfat tambahan.
Konsumsi minuman tinggi gula secara berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes, sementara diabetes dan tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko utama penyakit ginjal kronis.
Karena itu, masyarakat dianjurkan membiasakan konsumsi air putih yang cukup sesuai kebutuhan tubuh, mengurangi minuman manis, serta tidak menjadikan minuman kemasan sebagai konsumsi harian.
Rahmadi berharap kesadaran menjaga kesehatan ginjal dimulai dari lingkungan keluarga. Sebab, upaya pencegahan jauh lebih penting dibandingkan baru memperhatikan kesehatan setelah muncul gangguan yang membutuhkan penanganan medis.
Di tengah meningkatnya kebutuhan layanan hemodialisa di RSUD dr Murjani Sampit, edukasi mengenai pola hidup sehat diharapkan semakin diperhatikan masyarakat agar risiko penyakit ginjal dapat ditekan. (Nardi)











