Lika-Liku Kalaksa BPBD Kobar Samuel Mengatur Berbagai Kegiatan Selama Empat Bulan Karhutla

Foto : Ilustrasi Kang Maman. Kepala Pelaksana BPBD Kobar, Samuel. 

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), salah satu Instansi yang paling sibuk disaat musim kemarau 2026 atau selama 4 bulan yang diwarnai musibah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), termasuk di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).

“Semua itu, sudah kewajiban kami Pak,“ kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kobar Samuel, singkat tapi penuh makna, saat dikonfirmasi penulis, Selasa 3 Nopember 2026.

Penulis masih ingat, tanggal 16 Agustus 2026, saat Apel Tanggap Darurat di halaman Kantor Bupati, Bupati Hj. Nurhidayah melaporkan jumlah hotspot  masih 417 hotspot, dari 173 kejadian, dengan luas lahan yang terbakar 792 Ha.

Dua bulan kemudian, 12 Oktober 2026, jumlah titik panas meledak jadi 24.991 titik, Dari jumlah  580 kejadian, dengan luas lahan 2.887,68 Ha. Menurut catatan BPBD Kobar paling parah di Kumai dan Arut Selatan.

Atas Instruksi Bupati Kobar Hj. Nurhidayah sebagai Komandan Satgas Karhutla, status tanggap darurat Karhutla oleh BPBD Kobar (sampai 4 kali), dari 7 Agustus, 4-18 September –15 Oktober dan sampai akhir Oktober 2026.

Disela-sela mengatur tanggap darurat, sebelumnya Samuel  juga harus mengatur perpanjangan SK, logistik, dan menangani berbagai tugas 400 personel Satgas karhutla setiap perpanjangan.

Walaupun mengatur 400 personil, awalnya cukup berat, namun berkat dukungan dan kekompakan 400 personil satgas karhutla yang terdiri dari 15 unsur kedinasan, lembaga dan perorangan (relawan), akhirnya, kegiatan bisa berjalan dengan baik.

Samuel tidak hanya mengatur TRC BPBD. Ia harus menyatukan TNI-Polri, Damkar Kobar, Manggala Agni, KPHP, BKSDA, TN Tanjung Puting, Satpol PPMPA (Masyarakat Peduli Api) di tiap desa, Banser, Huma Singgah Itah, RAPI, Tagana, bahkan ASN Inspektorat dan unsur lainnya.

Tanggal 21 Agustus 2026, Wabup Suyanto datang ke Posko Induk di kantor BPBD. Wabup melihat sendiri bagaimana Samuel mengatur dapur umum, cek kesehatan personel bersama Puskesmas Madurejo, cek tekanan darah, gula darah, membagikan vitamin, untuk personel satgas.

baca juga ...  3 Pelaku Usaha Hibahkan 4 Bangunan Kiosnya Seharga Rp 500 Juta Kepada Pemkab Kobar

Kegiatan pemadaman karhutla, selama 4 bulan di Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama Km 11-17, Sungai Kapitan, Tatas, Riang RT 34. Jalan masuk lumpur gambut.

Tanggal 28 Oktober 2026 malam, saat api muncul lagi di Jl. A Yani KM 11 dekat Gapura Selamat Datang dan di Riang RT 34 Kelurahan Baru, sebut Samuel, para petugas bergerak melakukan penanganan agar api tidak meluas dan mengancam area di sekitarnya.

Masih kata Samuel, setelah api padam, harus ada pendinginan. Ini juga kegiatan yang paling melelahkan, karena bara di bawah gambut sekitar 2 hari bisa hidup lagi. Karena itu Samuel dan Bupati Nurhidayah terpaksa mengusulkan Helikopter Water Bombing ke Gubernur Kalteng, agar standby di Bandara Iskandar.

Giat BPBD bukan hanya memadamkan karhutla, yang dampak asapnya semakin parah. Tapi juga Samuel atas instruksi Bupati telah membagikan 2.000 masker ke Baznas untuk anak-anak dan Lansia, sekaligus menyiapkan air bersih karena sumur warga kering dan air PDAM mulai terasa asin.

Disela-sela para personel kelelahan, tapi situasi dikalangan personel  mulai “sumringah“, lantaran BPBD sudah menyiamkan Dapur Umum, terutama untuk 400 personel, buka selama 24 jam non-stop.

Tanggal 4 September 2026, Srikandi Kobar (Bupati) tegaskan kepada BPBD “Penanganan karhutla berjalan penuh 24 jam tanpa jeda”, dan Samuel yang menjalankan perintah itu.

Pengamatan penulis, yang membuat haru diantara 400 personel satgas karhutla, haya ada 2 Srikandi relawan perempuan, yakni Linda dan Aliza dari BPBD Kobar. Dan satu lagi Srikandi ‘ Perbankan ‘, Pimpinan Bank Kalteng Cabang Pangkalan Bun, yang telah membantu Logistik, di Dapur Umum BPBD Kobar.

Kemana Srikandi lainnya di Kobar?. Tanggal 17 Oktober 2026 mereka ikut padamkan api di Km 11 Pangkalan Bun-Kolam. Kedua Srikandi satgas tersebut, tanpa mundur saat panas dari sengatan titik api dan pedihnya mata dari gumpalan  asap, tapi tetap mereka maju. Ini yang diatur Samuel juga, bagaimana menjaga keselamatan relawan perempuan.

baca juga ...  Doa Lintas Agama Menjadi Pembuka Pergantian Tahun

Menurut penulis, Samuel menjadi Kalaksa BPBD Kabupaten Kobar di musim Karhutla bukan soal pangkat. Ini soal tugasnya, bagai mana cara mengatur lelah, mengatur lapar, mengatur cemas warga, mengatur ego antar instansi, dan bagaimana menahan sabar dan lelah, tatkala dari pagi pulang ke rumah sampai larut malam.

Sekarang awal Nopember 2026, sudah tiga hari situasi langit di Kabupaten Kobar , nampak mendung dan sesekali diwarnai hujan rintik, dan kabut asap sedikit reda. Bahkan matahari pagi, bersinar cerah, menyongsong musim hujan tiba.

Berbagai musibah karhutla selama 4 bulan ini, menjadi cermin bagi kita semua, bagaimana untuk kedepannya kita membenahi agar Kabupaten Kobar, yang bertajuk “Bumi Marunting Batu Aji“ (Bumi Menuju Kejayaan) tidak lagi dilanda karhutla, SEMOGA.(*)

Bagikan:
Berita Populer