Sawit Kotim Dianggap Punya Prospek Cerah di Era B50-B60, Pekebun Diminta Tak Asal Tanam

NARDI/BERITASAMPIT - Kebun sawit di Kotim.

SAMPIT – Program biodiesel B50 hingga B60 dinilai membuka prospek besar bagi komoditas kelapa sawit di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Meski begitu, masyarakat diingatkan agar tidak menganggap semua kebun sawit otomatis masuk dalam rantai pengembangan energi terbarukan tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Kotim, Yephi Hartady Periyanto, mengatakan kebutuhan sawit diperkirakan terus meningkat seiring arah kebijakan pemerintah dalam mendorong energi terbarukan melalui proyek strategis nasional.

“Sawit ini sekarang punya banyak proyeksi ke depan, terutama untuk proyek strategis nasional. Kita sekarang sudah mulai mengarah ke B50 dan B60,” kata Yephi, Selasa 3 November 2026.

Menurutnya, peluang tersebut hanya bisa dimanfaatkan apabila pengelolaan kebun dilakukan sesuai prinsip keberlanjutan. Ia menegaskan masyarakat tidak boleh tergiur menanam sawit tanpa memahami aturan dan standar yang berlaku.

“Jangan sampai masyarakat kita mengira bahwa yang namanya mau jadi B50, B60 itu asal nanam saja pasti ke situ. Ceritanya tidak seperti itu,” tegasnya.

Ia menjelaskan pemerintah memiliki tanggung jawab memberikan pendampingan, edukasi, serta penguatan kepada para pekebun agar pengembangan sawit tidak hanya mengejar keuntungan jangka pendek, tetapi juga memenuhi tata kelola yang benar.

“Peran pemerintah jelas, supaya memberikan banyak edukasi dan penguatan kepada masyarakat. Jangan sampai mereka terlanjur, tetapi tidak mengikuti tren atau tidak mengikuti pola yang sebenarnya harus ditetapkan,” ujarnya.

Salah satu standar yang terus didorong pemerintah dalam pengembangan sawit berkelanjutan ialah Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). 

Menurut Yephi, penerapan standar tersebut penting agar kebun sawit masyarakat memiliki pengelolaan yang sesuai dengan arah pembangunan perkebunan yang berkelanjutan. (nardi)

baca juga ...  Pemkab Kotim Masih Kekurangan Ribuan ASN
Bagikan:
Berita Populer