BPS Sebut Kabut Asap Pengaruhi Distribusi dan Aktivitas Ekonomi di Kalteng

IST/BERITASAMPIT - Kepala BPS Kalteng, Toto Haryanto Silitonga.

PALANGKA RAYA – Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) turut memengaruhi aktivitas sejumlah sektor ekonomi di Kalimantan Tengah (Kalteng). Dampaknya terlihat pada aktivitas transportasi hingga distribusi batu bara yang mengalami gangguan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng, Toto Haryanto Silitonga, menjelaskan bahwa perekonomian Kalteng pada triwulan III 2026 tetap tumbuh positif sebesar 2,05 persen. Namun, pertumbuhan tersebut mengalami perlambatan dibandingkan triwulan sebelumnya.

“Kondisi tersebut perlu dilihat berdasarkan karakteristik dan aktivitas ekonomi pada masing-masing triwulan. Sebab, setiap periode memiliki pola musiman dan kegiatan ekonomi yang berbeda,” ucapnya, Jumat 6 November 2026.

Kabut asap menjadi salah satu faktor yang turut memengaruhi aktivitas ekonomi pada periode tersebut. Kondisi asap yang menyelimuti sejumlah wilayah, mulai dari Pulang Pisau hingga Palangka Raya, berdampak terhadap sektor transportasi, baik darat maupun laut.

“Selain itu, aktivitas distribusi batu bara melalui jalur sungai juga mengalami sedikit gangguan akibat kondisi perairan yang terdampak,” tambahnya.

Hal tersebut tentunya memengaruhi perhitungan dampak terhadap aktivitas ekonomi. Kondisi alam memang tidak bisa di hindari, tetapi karhutla juga memiliki pemicu dari aktivitas manusia, seperti pembakaran lahan.

“Meskipun pertumbuhan ekonomi Kalteng pada triwulan III 2026 mengalami perlambatan dibandingkan periode sebelumnya, secara keseluruhan angkanya masih menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 2,05 persen,” ungkapnya. (yud)

baca juga ...  BMKG Kalteng Gelar SLI Tematik, Edukasi Iklim untuk Petani dan Nelayan
Bagikan:
Berita Populer