PALANGKA RAYA – Ekonomi Kalimantan Tengah (Kalteng) masih sangat bergantung pada dua sektor utama, yaitu pertambangan dan perkebunan kelapa sawit. Ketergantungan yang tinggi ini menjadi ancaman, terutama dalam menghadapi potensi penurunan permintaan global atau kebijakan pembatasan ekspor.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng, pertumbuhan ekonomi provinsi ini hanya mencatatkan angka 4,14 persen pada tahun 2023, turun signifikan dibandingkan dengan 6,45 persen pada tahun 2022. Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti, menyebutkan bahwa salah satu faktor yang memengaruhi penurunan ini adalah kebijakan pembatasan ekspor komoditas pertambangan.
“Situasi global sangat mempengaruhi negara tujuan ekspor kita. Jika mereka mulai mengurangi penggunaan batu bara atau beralih ke energi terbarukan, maka permintaan ekspor akan berkurang. Ini tentu berdampak pada angka pertumbuhan ekonomi, apalagi jika kita hanya bertumpu pada sektor tersebut,” ujar Agnes usai konferensi pers di Ruang Vicon BPS Kalteng, Rabu 5 Februari 2025.
Menurutnya, sektor pertambangan dan penggalian memiliki keterbatasan karena sumber daya alam yang tidak terbarukan. Jika cadangan habis, maka tidak bisa lagi dieksplorasi dan diproduksi.
Pada tahun 2022, ekonomi Kalteng mengalami lonjakan karena pemulihan pasca-pandemi COVID-19. Namun, pada tahun 2023, sektor pertambangan dan industri pengolahan minyak sawit mentah (CPO) mengalami perlambatan akibat kebijakan dari Kementerian ESDM yang membatasi ekspor komoditas tersebut.
Melihat tren ini, Agnes menegaskan bahwa diversifikasi ekonomi menjadi langkah strategis yang harus segera dilakukan pemerintah daerah.
“Pemerintah daerah harus mulai mencari sumber-sumber pertumbuhan baru untuk menggantikan sektor pertambangan dan penggalian. Ini penting agar ekonomi Kalteng tetap stabil dan tidak bergantung pada sumber daya yang suatu saat akan habis,” tambahnya.
Sejumlah sektor potensial seperti industri manufaktur, pariwisata, serta pertanian berbasis teknologi dinilai dapat menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan Kalteng terhadap sektor pertambangan dan perkebunan sawit. Dengan diversifikasi ini, diharapkan perekonomian Kalteng dapat lebih stabil dan berkelanjutan di masa mendatang.
(Sya'ban)












