SAMPIT – Juara bertahan kesebelasan RSDM (Rumah Sakit dr Murjani) memastikan langkah ke babak 16 besar Turnamen HNR Cup 2 usai menaklukkan Bilal FC A dengan skor 2-1, Minggu 21 Juni 2026 sore.
Pertandingan yang berlangsung sengit itu disaksikan ratusan masyarakat yang memadati Stadion 29 Nopember Sampit Kotawaringin Timur (Kotim). RSDM tampil dengan jersey toska, sedangkan Bilal FC A mengenakan jersey biru muda.
Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim langsung bermain terbuka dengan saling melancarkan serangan. Tendangan demi tendangan dilakukan namun belum membuahkan hasil dari kedua tim.
Hingga akhirnya Bilal FC A berhasil mengejutkan penonton setelah unggul 1-0, sementara RSDM terus berupaya mengejar ketertinggalan, namun skor tersebut bertahan hingga turun minum dan membuat juara bertahan berada dalam tekanan.
Memasuki babak kedua, RSDM meningkatkan intensitas serangan demi mengejar ketertinggalan. Begitu pula tim Bilal FC juga berupaya menggandakan keunggulan. Upaya RSDM membuahkan hasil setelah berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Tensi pertandingan pun semakin meningkat. Kedua tim terus berupaya mencari gol kemenangan. Menjelang akhir pertandingan, RSDM akhirnya sukses membalikkan keadaan menjadi 2-1.
Namun, pertandingan sempat diwarnai insiden benturan antar pemain yang memicu keributan di lapangan. Hingga wasit mengeluarkan kartu merah kepada pemain dari kedua tim sebelum pertandingan kembali dilanjutkan hingga peluit panjang dibunyikan.
Pelatih RSDM, Ferdinan Castro, mengaku pertandingan tersebut membuat timnya berada dalam situasi menegangkan karena harus mengejar ketertinggalan.
“Pertandingan sore ini tentunya membuat kami tegang karena harus mengejar ketertinggalan. Tapi terima kasih kepada pemain-pemain yang sudah berjuang luar biasa di lapangan sehingga akhirnya kami bisa membalikkan keadaan,” ujarnya.
Meski meraih kemenangan, Ferdinan menyayangkan adanya insiden di lapangan dan menilai keputusan wasit cukup kontroversial.
“Kalau bisa masalah wasit ini dievaluasi. Menurut kami kami dirugikan, karena langsung diberi kartu merah. Kalau kartu kuning kami masih bisa menerima, tapi kalau langsung merah seperti itu kami merasa dirugikan,” katanya.
Menurutnya, insiden yang terjadi bukan merupakan pelanggaran dari pemain RSDM.
“Menurut kami tidak ada pelanggaran karena lawan yang datang dari belakang. Karena fisiknya tidak seimbang akhirnya pemain terjatuh, tetapi justru dianggap pelanggaran,” ucapnya.
Ia berharap panitia dapat melakukan evaluasi agar pertandingan berikutnya berjalan lebih baik.
“Untuk pertandingan selanjutnya kami berharap tidak ada tim yang dirugikan. Kami berharap panitia bisa mengevaluasi kepemimpinan wasit,” tambahnya.
Sempat tertinggal dibabak pertama, Ferdinan mengakui lini pertahanan Bilal FC A tampil cukup solid sehingga menyulitkan para penyerang RSDM.
“Pertahanan lawan memang luar biasa. Sebenarnya permainan tim sudah sesuai dengan arahan pelatih dan perjuangannya sangat baik, hanya karena tertinggal pemain menjadi lebih gugup,” ungkapnya.
Menghadapi babak 16 besar, RSDM dipastikan kehilangan pemain akibat kartu merah serta mereka lebih fokus memulihkan stamina para pemain agar bisa tampil prima di pertandingan selanjutnya.
“Kami akan terus berkoordinasi melalui WhatsApp dan ada pemain yang harus pulang ke luar daerah. Ada juga pemain yang baru datang pagi tadi dari luar daerah sehingga kondisi masih lelah,” ujarnya.
Meski demikian, RSDM tetap optimistis dapat mempertahankan gelar juara, selayaknya tim lain juga optimistis berjuang untuk meraih juara HNR Cup 2. (Nardi)












