PALANGKA RAYA – Sektor Pertambangan dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah pada tahun 2024.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pertambangan mencatat sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 1,27 persen, sementara PMTB memberikan kontribusi sebesar 1,94 persen.
Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti, mengatakan bahwa meskipun ekonomi Kalteng tumbuh sebesar 4,46 persen pada 2024, masih ada tantangan yang harus dihadapi.
Salah satunya adalah ketimpangan pertumbuhan antar sektor, di mana sektor industri pengolahan justru mengalami penurunan kinerja.
Angka tersebut juga masih di bawah target yang ditetapkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2024, yaitu 5,80 persen.
“Secara umum, lima sektor utama yang mendorong ekonomi Kalteng adalah pertanian, industri pengolahan, perdagangan, pertambangan, dan konstruksi. Namun, industri pengolahan masih menunjukkan tren negatif, sehingga perlu perhatian lebih,” ungkap Agnes di Ruang Rapat Bajakan, Kantor Gubernur Kalteng, Jumat 14 Maret 2025.
Keberhasilan sektor pertambangan dalam mendorong ekonomi daerah didorong oleh meningkatnya aktivitas eksplorasi dan ekspor komoditas unggulan Kalteng, seperti batu bara dan bauksit.
Sementara itu, peningkatan investasi yang tercermin dalam PMTB menunjukkan bahwa ada optimisme dari pelaku usaha untuk menanamkan modal di daerah ini.
Namun, ketergantungan pada sektor pertambangan dinilai sebagai tantangan tersendiri bagi perekonomian Kalteng.
Pemerintah daerah harus mencari cara untuk menyeimbangkan kontribusi sektor lainnya agar pertumbuhan ekonomi lebih merata dan berkelanjutan.
“Kami mendorong pemerintah untuk tidak hanya bergantung pada pertambangan, tetapi juga memperkuat sektor industri pengolahan agar nilai tambah ekonomi di Kalteng semakin meningkat,” tambah Agnes.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah berencana meningkatkan daya saing sektor industri dengan memberikan insentif kepada pelaku usaha yang berinvestasi dalam pengolahan sumber daya lokal.
Selain itu, pengembangan infrastruktur juga menjadi prioritas untuk mendukung kelancaran distribusi barang dan jasa.
Ke depan, BPS Kalteng akan terus memantau perkembangan ekonomi daerah dan memberikan rekomendasi berbasis data untuk membantu pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang lebih efektif.
(Sya'ban)












