PALANGKA RAYA – Tak ada rotasi tanpa alasan. Setidaknya begitu prinsip yang dipegang Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran saat menggulirkan mutasi belasan pejabat eselon II pada Jumat, 9 Mei 2025.
Di balik pelantikan yang berlangsung di Istana Isen Mulang itu, tersembunyi proses penilaian diam-diam yang dilakukan para pimpinan birokrasi.
“Pimpinan menilai dari banyak hal: pengalaman, latar belakang pendidikan, kemampuan berkolaborasi. Dari situ diputuskan, ‘ini yang cocok di sini, itu yang lebih pas di sana',” kata Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Leonard S. Ampung, ketika ditemui Berita Sampit di lokasi terpisah pada hari yang sama.
Rotasi kali ini bukan sekadar formalitas atau pengisian jabatan kosong. Di balik keputusan Gubernur, ada mekanisme evaluasi senyap yang menyaring siapa yang dianggap tepat untuk memegang kendali dinas atau lembaga tertentu.
Leonard menyebutnya sebagai hasil dari penilaian menyeluruh terhadap kompetensi dan kecocokan antarposisi.
Kursi-kursi strategis yang sebelumnya dihuni pejabat lama kini diisi wajah baru, sebagian promosi, sebagian reposisi.
Dari dinas teknis, staf ahli, hingga jabatan asisten di lingkup Sekretariat Daerah, semua tak luput dari perombakan.
“Ini bentuk penyegaran. Kita ingin birokrasi bergerak lebih lincah dan efektif,” ujar Leonard.
Langkah ini juga memperlihatkan bagaimana Gubernur Agustiar Sabran ingin menyuntikkan energi baru ke dalam mesin birokrasi. Bukan semata-mata atas dasar senioritas, melainkan efektivitas dan sinergi.
Para pejabat yang dilantik bukan hanya dinilai dari apa yang mereka miliki di atas kertas, tetapi dari bagaimana mereka dinilai oleh mata pimpinan yang sehari-hari menyaksikan gerak kerja mereka.
“Penempatan ini bagian dari strategi. Kita butuh orang yang tidak hanya cakap, tapi juga bisa bekerja sama dan menyesuaikan dengan dinamika program prioritas gubernur,” ujar Leonard.
(Sya'ban)












