Suyuti Syamsul Ditunjuk Plt Direktur RSUD Doris Sylvanus untuk Atasi Utang Rp120 Miliar

SYAUQI/BERITA SAMPIT - Plt Direktur RSUD Doris Sylvanus , Suyuti Syamsul.

– RSUD Doris Sylvanus menanggung utang sebesar Rp120 miliar yang terjadi sepanjang 2023-2024. Untuk menangani masalah tersebut, Gubernur (Kalteng) periode sebelumnya, Sugianto Sabran, menunjuk Suyuti Syamsul sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur sejak Oktober 2024.

Penunjukan itu dilakukan guna menyelesaikan tumpukan utang yang merupakan warisan dari manajemen rumah sakit sebelumnya.

“Jadi saya diminta oleh Pak Gubernur untuk menyelesaikan masalah defisit itu,” ujarnya, Senin 2 Juni 2024.

Utang tersebut, menurut Suyuti, timbul akibat pembelian obat-obatan dan pembangunan gedung di lingkungan rumah sakit milik pemerintah. Ia menilai ada kesalahan dalam manajemen anggaran, terutama pada penggunaan pendapatan rumah sakit untuk pembangunan gedung rumah sakit.

“Untuk beli obat, termasuk ada untuk membangun beberapa bangunan. Salah satu kekeliruannya adalah penggunaan pendapatan rumah sakit untuk pembangunan. Itu sebetulnya tidak dianjurkan kecuali kita yakin sekali bahwa duitnya berlebihan, baru dibolehkan. Itu salah satu penyebabnya,” jelasnya.

Dia menyebutkan, beban utang rumah sakit sangat berat dan tak mungkin ditanggung sendiri. Salah satu upaya yang dilakukan yakni mengalihkan belanja operasional ke APBD Kalteng, termasuk pembayaran listrik yang sebelumnya ditanggung rumah sakit.

“Jalan yang kami tempuh adalah belanja operasional kita bebankan ke APBD. Jadi sebelumnya listrik dibayar rumah sakit sekarang pemprov yang bayari, sehingga biaya untuk membayar listrik dipakai untuk membayar hutang,” katanya.

Sejak menjabat pada Oktober 2024, ia menyatakan bahwa sekitar Rp60 miliar utang telah berhasil diselesaikan.

“Sebetulnya dari (hutang) Rp120 miliar itu, kita sudah bisa menyelesaikan dari bulan 10 (2024) sampai sekarang itu sekitar Rp60 miliar yang kita selesaikan,” ungkapnya.

Terkait ketersediaan obat, Suyuti mengakui kondisi mulai membaik meskipun belum sepenuhnya normal, karena masih ada tunggakan pembayaran kepada pemasok.

baca juga ...  Kapolda Kalteng Serukan Perlawanan Terhadap Premanisme: Masyarakat Diminta Aktif Melapor

“Termasuk obat yang sebelumnya hampir kosong semua sebenarnya sudah banyak sebetulnya, sudah mulai banyak meskipun menang ada yang belum. Kami akui ada yang belum, karena utangnya belum bayar. Orang sudah gak mau pinjami lagi,” katanya.

Meski begitu, dia memastikan sebagian besar pembayaran kepada pemasok sudah dilakukan. “Tapi sebagian besar sudah kita buka, bahkan ada beberapa pemasok obat itu sampai Desember kita sudah selesaikan,” tuturnya.

Suyuti menargetkan pelunasan seluruh utang rampung paling lambat pada tahun 2026. Ia mengatakan, perbaikan kondisi keuangan memerlukan waktu karena bersifat sistemik.

“Saya kasih tahu, rumah sakit itu normal bulan 11 tahun depan baru normal. Mungkin itu waktunya sudah ada surplus,” ujarnya.

Menurutnya, meski masalah keuangan sudah berlangsung sejak dua tahun terakhir, saat ini kondisi keuangan rumah sakit mulai menunjukkan perbaikan.

“Tetapi masalahnya kan ini sistemik, dari 2023 sudah masalah. Bahwa saat ini sudah mulai lancar, kan sebetulnya luar biasa,” tambahnya.

Suyuti optimistis utang akan bisa dilunasi, namun menekankan bahwa prosesnya tidak bisa instan mengingat besarnya beban utang yang harus diselesaikan.

“Jadi yakin deh bisa selesai itu, cuman saya butuh waktu. Gak mungkin saya selesaikan utang Rp120 miliar dalam waktu cepat,” tegasnya.

(Syauqi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!