SAMPIT – Perbaikan jalan lingkar selatan disambut positif DPRD Kotawaringin Timur (Kotim). Ketua Komisi IV DPRD Kotim Mariani menyebut jalan tersebut sangat vital untuk mengalihkan arus truk besar agar tidak lagi masuk ke pusat kota.
“Truk besar harusnya lewat lingkar selatan, bukan dalam kota. Kalau jalur itu sudah bagus, tak ada alasan lagi sopir masuk jalan protokol,” ujarnya, Selasa 10 Juni 2025.
Mariani menyayangkan masih ada sopir truk besar yang memilih jalur dalam kota dengan alasan jalan lingkar rusak. Namun ia menegaskan, setelah perbaikan ini rampung, pelanggaran semacam itu harus ditindak tegas.
“Saya pernah tegur langsung sopirnya. Alasan mereka karena lingkar rusak. Tapi sekarang sudah diperbaiki, jadi Dishub harus aktif awasi,” katanya.
Ia menekankan pentingnya penegakan aturan lalu lintas, terutama saat jam-jam padat seperti pagi dan sore. Menurutnya, kehadiran truk bermuatan besar sangat mengganggu dan berpotensi menimbulkan kecelakaan.
“Kami dukung penuh perbaikan jalan lingkar selatan ini. Truk besar harus diarahkan ke sana, dan kami minta tidak ada toleransi jika mereka tetap masuk kota,” pungkas Mariani.
Begitu pula aturan muatan barang agar tidak melebihi tonase yang sudah ditentukan yaitu 8 ton, jangan sampai melebihi dari ketentuan tersebut.
“Kami dukung langkah gubernur menertibkan truk tonase berat yang tidak sesuai aturan agar jalan Kotim dan Kalteng tetap awet tidak sering rusak karena truk berat melintas tak sesuai aturan,” tegas politisi Golkar ini. (nardi)












