Kecamatan Mentawa Baru Ketapang Terapkan Penjagaan Cegah Oknum Buang Sampah Sembarangan

IST/BERITASAMPIT - Pos Penjagaan mencegah oknum warga membuang sampah sembarangan di Jalan Dewi Sartika MB Ketapang.

SAMPIT – Pemerintah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang (Kotim) mengambil langkah tegas dengan mendirikan tenda penjagaan di kawasan Jalan Dewi Sartika. Langkah ini diambil menyusul keluhan warga terkait tumpukan sampah yang kerap dibuang sembarangan di lokasi tersebut.

Camat Mentawa Baru Ketapang, Irpansyah menjelaskan bahwa lokasi tersebut bukan tempat pembuangan sampah sementara (TPS), namun masih sering dijadikan tempat membuang sampah oleh oknum warga.

“Kami dan warga sudah berupaya memasang baliho imbauan agar masyarakat tidak membuang sampah di situ, tapi masih ada yang bandel,” ungkap Irpansyah, Sabtu 28 Juni 2025.

Karena imbauan belum efektif, pihak kecamatan bersama warga akhirnya melakukan penjagaan di lokasi tersebut, baik siang maupun malam.

“Alhamdulillah, sejak ada penjagaan, volume sampah yang dibuang mulai berkurang,” ujarnya.

Irpansyah menyebut, sebagian besar pelaku pembuang sampah kemungkinan berasal dari sekitar lokasi, namun belum ada yang tertangkap tangan.

“Kalau nanti tertangkap tangan, kami akan kenakan sanksi adat. Kami sudah kerja sama dengan pihak kedamangan untuk itu,” tegasnya.

Sanksi adat akan diputuskan oleh kedamangan Dayak, tapi saat ini penjagaan masih terus dilakukan oleh dua hingga tiga personel setiap harinya bergantian.

Penjagaan ini sementara dijadwalkan berlangsung selama sepekan, hingga Senin pekan depan. Selain di Jalan Dewi Sartika, Irpansyah menyebut titik rawan lainnya ada di Jalan Kapten Mulyono, MT Haryono Barat dan Pelita Barat.

“Daerah-daerah itu yang sepi dan minim penghuni memang rawan dijadikan tempat buang sampah, masih banyak hutan dan pepohonan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa kesadaran masyarakat terkait pengelolaan sampah sebenarnya cukup tinggi.

Mayoritas warga telah menggunakan layanan angkutan sampah seperti kendaraan roda tiga atau membuang langsung ke depo. Volume sampah yang masuk ke depo mencapai 80 hingga 100 ton per hari.

baca juga ...  GRIB Jaya Kotim Dukung UU TNI

“Cuma sebagian kecil yang masih membuang sembarangan, mungkin karena lokasi depo terlalu jauh dari tempat tinggal mereka,” ucapnya.

Terkait hal itu, pihak kecamatan sebenarnya sudah beberapa kali mengusulkan penambahan depo sampah, termasuk bekerja sama dengan pihak developer.

“Developer bersedia menyediakan lahan, tapi dari DLH (Dinas Lingkungan Hidup) katanya kekurangan personel, itu kendalanya,” jelas Irpansyah.

Lokasi yang sempat diajukan berada di wilayah pengembangan kawasan baru, namun belum mendapat respons dari instansi terkait. (nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!