Inflasi Kalteng Juni 2025 Terkendali, Harga Bawang Merah dan Ikan Jadi Pemicu Kenaikan


SYA'BAN/BERITASAMPIT - Kepala BPS Provinsi , Agnes Widiastuti.

– Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi (Kalteng) mencatat inflasi sebesar 0,32 persen pada Juni 2025.

Kenaikan harga kebutuhan pokok, khususnya kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi pendorong utama lonjakan tersebut.

Hal ini diungkapkan Kepala BPS Provinsi , Agnes Widiastuti, dalam rilis resmi yang digelar di Ruang Vicon BPS Kalteng, Selasa siang, 1 Juni 2025.

Inflasi tahunan (year-on-year) tercatat sebesar 1,06 persen, sedangkan inflasi tahun kalender berada di angka 1,08 persen.

Beberapa komoditas yang memberikan andil besar terhadap inflasi bulanan antara lain bawang merah, ikan peda, cabai rawit, dan sigaret kretek mesin (SKM).

“Empat daerah pantauan di Kalteng semuanya mencatat inflasi bulanan, tertinggi terjadi di sebesar 0,46 persen,” jelas Agnes.

Sementara itu, beberapa komoditas lain justru memberi tekanan deflasi, di antaranya beras, ikan nila, ikan patin, ikan baung, serta bensin.

Di sektor pertanian, BPS mencatat penurunan Nilai Tukar Petani (NTP) sebesar 1,68 persen, dari 134,29 menjadi 132,04.

Turunnya harga produk yang diterima petani dan naiknya biaya produksi menjadi penyebab utama penurunan tersebut.

Penurunan NTP terjadi pada hampir seluruh subsektor, kecuali hortikultura yang naik 1,19 persen dan perikanan budidaya yang tumbuh 1,48 persen.

“Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) juga melemah 1,77 persen, yang mencerminkan tekanan pada daya beli dan produktivitas petani,” tambahnya.

Pada sektor perdagangan luar negeri, nilai ekspor pada Mei 2025 tercatat sebesar USD 326,52 juta, mengalami kontraksi 0,74 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ekspor masih didominasi oleh komoditas unggulan seperti batu bara, CPO (minyak kelapa sawit), kayu olahan, dan karet remah. Negara tujuan utama ekspor meliputi India, Jepang, dan Korea Selatan.

baca juga ...  Pemprov Kalteng Pastikan 600 Ekor Hewan Kurban Tetap Disalurkan, Klarifikasi Isu Penundaan

Sebaliknya, nilai impor turun drastis hingga 68,23 persen secara tahunan, menjadi USD 0,61 juta. Barang impor didominasi mesin industri, pupuk, dan aspal, dengan negara asal utama Malaysia, Singapura, dan Tiongkok.

Meski ekspor melemah, Kalteng masih mencatatkan surplus neraca perdagangan sebesar USD 14,58 juta untuk periode Januari hingga Mei 2025.

Untuk sektor jasa, BPS melaporkan bahwa jumlah tamu hotel berbintang di bulan Mei mencapai 44.108 orang.

Tingkat hunian relatif stabil, sejalan dengan pertumbuhan transportasi udara yang mencatatkan kenaikan jumlah penumpang sebesar 4,6 persen dan lonjakan volume barang hingga 24,5 persen.

Sebaliknya, angkutan laut mencatatkan penurunan penumpang 34,1 persen, meskipun volume barang tetap tumbuh 13,9 persen.

(Sya'ban)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!