Warga Keluhkan PT MAP Tutup Akses Menuju Km 18 Jalan Jenderal Sudirman Sampit, Kades Palangan Harapkan Ada Solusi

NARDI/BERITASAMPIT - Kades Palangan Anastasius Delik (kanan) usai mengikuti RDP persoalan masyarakat dengan PT MAP.

SAMPIT – Kepala Palangan Kecamatan Kota Besi, Anastasius Delik, menyampaikan harapannya agar persoalan penutupan jalan akses ke Km18 Jenderal Sudirman Sampit oleh PT Mulia Agro Permai (MAP) segera menemukan solusi yang terang dan adil bagi semua pihak.

Hal itu disampaikannya menyikapi karena selama ini mendapatkan keluhan warga yang terdampak atas ditutupnya akses jalan yang selama ini digunakan.

“Saya sebagai Kades Palangan memang sangat berharap dan juga berterima kasih dengan adanya RDP dengan persoalan PT MAP Selasa 1 Juli 2025 supaya permasalahan ini menjadi terang-benderang,” ujar Anastasius, Kamis 3 Juli 2025.

Ia menilai, dalam kondisi ketidakpastian saat ini, sudah seharusnya ada alternatif jalan yang bisa digunakan warga. Mengingat PT MAP juga tentu menginginkan adanya kejelasan dan kepastian agar tidak terjadi konflik berkepanjangan.

Lebih lanjut, Anastasius mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya bersama pihak-pihak terkait sudah membahas solusi jangka panjang untuk membuka akses jalan baru yang tidak melintasi wilayah konsesi PT MAP.

Rencana ini juga telah dimediasi oleh Kapolres Kotim dalam pertemuan sebelumnya bersama pihak manajemen perusahaan.

“Kami sudah membicarakan jalan alternatif jangka panjang dan saat ini tinggal menunggu kejelasan soal pembiayaannya. Informasinya sedang digodok. Harapannya akses baru nanti dibangun di batas HGU atau wilayah lain yang tidak menimbulkan persoalan,” jelasnya.

Ia pun meminta dukungan dari Pemerintah Daerah Kotim agar turut memfasilitasi pembangunan jalan alternatif tersebut. Sebab menurutnya, jalan yang terdampak ini merupakan jalur vital yang menghubungkan beberapa , bukan hanya Palangan, tapi juga Kenyala, Tangar, dan wilayah sekitarnya.

“Kami yakin kalau akses ini dibuka tanpa melewati jalan yang kini dikuasai PT MAP, maka ke depan bisa menjadi jalan masyarakat. Bahkan, mungkin bisa dijadikan jalan umum oleh pemerintah daerah,” pungkasnya. (nardi)

baca juga ...  Jalan Walter Condrad Berubah Jadi Kubangan Lumpur, Proyek Galian PDAM Dikeluhkan Warga Baamang
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!