KUALA KURUN – Bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 dan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 tingkat Provinsi Kalimantan Tengah, Mimie Mariatie Jaya Samaya Monong resmi dilantik sebagai Bunda Forum Anak Daerah (FAD), Bunda PAUD, dan Bunda Literasi Kabupaten Gunung Mas untuk masa bakti 2025–2030.
Dalam kesempatan itu, Mimie Mariatie menegaskan bahwa tugas ini bukan sekadar jabatan seremonial, melainkan bentuk tanggung jawab moral untuk mengawal pemenuhan hak anak serta mendukung pendidikan dan literasi sebagai fondasi pembangunan daerah.
“Saya akan terus memberikan perhatian dan advokasi untuk memastikan anak-anak mendapatkan haknya secara penuh, baik dalam perlindungan, pendidikan sejak dini, hingga tumbuhnya budaya literasi yang kuat,” ungkapnya belum lama ini.
Sebagai Bunda Forum Anak Daerah, Mimie diharapkan menjadi tokoh sentral dalam mendorong keterlibatan anak-anak sebagai pelopor dan pelapor. Ia menekankan pentingnya ruang bagi anak untuk bersuara, berkreasi, dan berkembang dalam lingkungan yang aman dan mendukung.
“Anak-anak harus diberi ruang untuk menyuarakan pendapat, berkreasi, dan tumbuh di lingkungan yang aman serta mendukung,” ujarnya.
Dalam kapasitasnya sebagai Bunda PAUD, Mimie siap mendorong terselenggaranya layanan Pendidikan Anak Usia Dini yang berkualitas dan merata hingga ke pelosok desa. Ia meyakini bahwa PAUD adalah fondasi penting dalam membentuk karakter dan kecerdasan anak sejak dini.
“Melalui PAUD, kita bangun generasi Kalimantan Tengah yang tangguh sejak dari rumah. Saya akan dorong pemerataan layanan PAUD yang berkualitas hingga ke tingkat desa,” ungkapnya.
Sebagai Bunda Literasi, Mimie mengajak masyarakat, khususnya orang tua dan guru, untuk menciptakan budaya baca sejak dari rumah. Ia akan fokus pada pengembangan program literasi dan pemberdayaan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran masyarakat.
“Anak yang gemar membaca adalah anak yang siap bersaing di masa depan. Saya ingin menciptakan lingkungan yang menyenangkan untuk membaca, mulai dari rumah hingga sekolah,” tuturnya. (ale)












