SAMPIT – Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur (Kotim) melakukan rehabilitasi bangunan sekolah untuk meningkatkan kenyamanan proses belajar mengajar. Tahun ini, sekitar 15–17 SD dan 6–7 SMP mendapat perbaikan fasilitas.
Kepala Disdik Kotim M Irfansyah mengatakan, perbaikan dilakukan bertahap menyesuaikan tingkat kerusakan dan ketersediaan anggaran.
“Anggarannya sekitar Rp4 miliar lebih untuk tahun ini. Ada juga rencana tambahan di anggaran perubahan,” ujarnya, Jumat 8 Agustus 2025.
Perbaikan mencakup rehab total maupun ringan, seperti mengganti plafon, mengecat dinding, memperbaiki jendela, pintu, dan lantai yang rusak.
“Kenyamanan belajar harus kita jaga, apalagi kerusakan kecil kalau dibiarkan bisa jadi besar,” katanya.
Irfansyah menyebut, sekolah di wilayah perkotaan lebih dulu mendapat prioritas karena jumlah penduduk yang juga padat, namun daerah pedesaan juga masuk daftar perbaikan. “Semua kita usahakan, hanya saja prosesnya bertahap,” jelasnya.
Ia menegaskan, fasilitas pendidikan yang memadai menjadi salah satu kunci peningkatan kualitas belajar.
“Kalau ruang kelas bersih dan aman, siswa lebih fokus, guru pun semangat mengajar,” katanya.
Harapannya, program rehabilitasi ini tidak hanya memperbaiki fisik bangunan, tetapi juga semangat belajar seluruh warga sekolah.
“Dengan rehab sekolah maka akan menunjang kegiatan belajar, sekolah yang baik akan melahirkan generasi yang hebat,” pungkasnya. (nardi)











