Penulis: Maman Wiharja (Wartawan Senior-beritasampit.co.id)
PANGKALAN BUN – Menteri Luar (Bagian Urusan Luar) Kesultanan Kutaringin, Pangeran Muasjidinsyah (78), yang juga salah seorang tokoh adat sangat disegani di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), menjalani perawatan intensif di RSUD Sultan Imanuddin, Pangkalan Bun.
Menurut Juru Bicara Kesultanan Kutaringin Gusti Achmad NS, Ama demikian panggilan akrab Pangeran Muasjidinsyah, dirawat di rumah sakit sejak Jumat 1 Agustus 2025.
“Banyak yang menjenguk , baik dari kalangan pemerintahan, tokoh masyarakat, maupun handai taulan warga adat yang selama ini menaruh hormat atas dedikasinya dalam menjaga warisan budaya dan nilai-nilai tradisi adat Kesultanan Kutaringin,” katanya, 8 Agustus 2025.
Dijelaskan Gusti Achmad NS, sebagai bentuk kepedulian dan rasa cinta keluarga, sejumlah saudara kandung Pangeran Muasjidinsyah juga datang langsung, termasuk keluarga dari Solo dan Bali turut memberikan dukungan moral selama proses perawatan berlangsung.
“Beliau sakitnya sudah cukup lama, yaitu sakit paru-paru bahkan sekarang untuk bicara pun susah. Insya Allah diberi mukjizat oleh Allah SWT yang diiringi doa dari seluruh keluarga besar Kesultanan Kutaringin, semoga Ama bisa kembali sehat, Aamiin,“ ujarnya.
Sebagai bentuk kepedulian dan rasa cinta keluarga, sejumlah saudara kandung Pangeran Muasjidinsyah juga datang langsung . Termasuk keluarga dari Solo dan Bali pun turut menjenguk untuk memberikan dukungan moral selama proses perawatan berlangsung.
Adapun saudara kandung Pangeran Muasjidinsyah yang hadir masih menjenguk diantaranya Pangeran Arsyadinsyah (kakak sekaligus saudara kembar Muasjidinsyah), Hj. Ratu Nur Ediningsih (kakak Pangeran Muasjidinsyah yang tinggal di Jakarta).
Kemudian H. Ir. Pangeran Nurarudinsyah (adik, berdomisili di Solo), Ratu Nur Aini (adik, dari Bali), Hj. Ratu Nur Maulidinah (adik), Ratu Nur Saptinah (adik, berdomisili di Solo), dan Pangeran Abidinsyah dari Solo.
“Namun, salah seorang adik beliau, Pangeran Abidinsyah, tidak dapat turut menjenguk karena kondisi kesehatannya yang tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan jauh. Meski demikian, beliau tetap menyampaikan doa dan dukungannya dari kediamannya,“ imbuh Gusti Achmad,NS.

Penulis mengenal beliau (Ama) sudah seperti orangutua sendiri. Terakhir, penulis bertemu dengan beliau saat pelantikan Sekretaris Daerah ( Sekda ) Kabupaten Kobar Rody Iskandar.
“Hey Kang Maman, kamana bae atuh tos lami teu pendak (eeh Kang Maman kemana saja sudah lama engga ketemu),“ kata Pangeran Muasjidisyah (Ama), sambil menjewer telinga penulis. Diketahui Ama beliau bisa bahasa Sunda karena Istrinya (Alm) Raden Yohana dari Sunda, yang lama lama kuliah di Yogya.(*)












