PALANGKA RAYA – Rencana pemerintah pusat mengambil alih lahan yang tak dimanfaatkan selama dua tahun berturut-turut mendapat sorotan dari Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Purdiono. Ia meminta masyarakat lebih aktif mengelola lahan agar tetap produktif dan terhindar dari pengambilalihan.
Menurut Purdiono, kebijakan itu merupakan bagian dari upaya menggerakkan roda perekonomian nasional melalui optimalisasi aset negara. Ia menilai banyak lahan milik masyarakat tidak dimanfaatkan secara maksimal sehingga tak memberi nilai tambah bagi perekonomian.
“Pemerintah ingin semua aset kita tidak tidur. Kalau semua bergerak, maka bergeraklah roda perekonomian,” ujarnya Selasa, 12 Agustus 2025.
Purdiono membandingkan kondisi pengelolaan aset di Indonesia dengan negara maju seperti Amerika Serikat. “Di sana, semua aset jalan tapi orangnya santai. Kalau di sini, orangnya kerja tapi asetnya tidur,” ucapnya.
Ia menegaskan, rencana pengambilalihan bukan untuk merampas hak masyarakat, melainkan mendorong agar lahan dimanfaatkan secara optimal. Pemerintah, kata dia, ingin masyarakat memahami pentingnya pengelolaan tanah demi kesejahteraan bersama.
“Kalau lahan itu tidur, apa untungnya buat masyarakat? Harapan kita, lahan-lahan ini bisa dikelola dengan baik agar memberikan hasil,” kata Purdiono.
(Syauqi)












