Disdik Kotim Gelar Workshop Sinkronisasi Dapodik PAUD

NARDI/BERITASAMPIT - Disdik Kotim menggelar Singkronisasi Dapodik PAUD.

SAMPIT – Dinas Pendidikan (Kotim) menggelar workshop sinkronisasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) bagi satuan pendidikan anak usia dini (PAUD), Kamis 21 Agustus 2025. Kegiatan ini diikuti para kepala sekolah TK, maupun guru yang juga merangkap sebagai operator.

Kepala Dinas Pendidikan Kotim M Irfansyah dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para guru dan bunda PAUD Kecamatan hingga kelurahan dan yang selama ini konsisten mengabdikan diri di dunia pendidikan. 

Menurutnya, di tengah keterbatasan kondisi bangsa, para tenaga pendidik tetap bisa menjalankan tugas dengan penuh semangat.

“Saya apresiasi kepada para bunda PAUD yang antusias mendukung dunia pendidikan. Kementerian saat ini mencanangkan pendidikan 13 tahun, dimulai dari TK. Masyarakat perlu diedukasi agar tidak mengabaikan pentingnya PAUD. Jangan sampai anak-anak langsung masuk SD tanpa masuk TK kemudian tertolak karena orang tua tidak memahami aturan,” ucap Irfansyah.

Ia menegaskan, sinkronisasi Dapodik sangat penting karena menjadi dasar perhitungan Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) dan berbagai kebutuhan pendidikan lainnya. Data tersebut juga dimanfaatkan oleh Badan Gizi untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) anak dari jenjang TK, SD, SMP hingga SMA. 

Ia menyebutkan kendala yang sering muncul adalah data identitas seperti akta lahir dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tidak sesuai di dapodik.

“Kalau ada kesalahan data, segera koordinasikan dengan Disdik agar dibantu mengubah. Kami sudah bekerja sama dengan Disdukcapil untuk memperbaiki data yang bermasalah. Kesalahan biasanya ditemukan di PAUD, karena di tingkat SD biasanya hanya meneruskan data yang ada. Ada juga yang baru di tingkat SMP kemudian disadari ada kesalahan ketika anak akan mendaftar,” jelasnya.

Irfansyah juga menyampaikan bahwa sejak tahun ajaran 2024/2025, penggunaan ijazah elektronik sudah mulai diterapkan. Meski sempat menimbulkan pro dan kontra, hal ini dianggap sebagai langkah digitalisasi yang memudahkan administrasi.

baca juga ...  Gubernur Kalteng Sebut Truk Over Tonase Ancam Infrastruktur dan Ketaatan Hukum

“Sekarang cukup dicetak, dan dijaga. Semua sudah berbasis digital,” imbuhnya.

Ia memberikan semangat bagi para guru yang bekerja dengan semangat dan ikhlas dalam keadaan apapun.

Dalam kondisi apa pun pendidikan harus tetap berjalan, baik saat bencana, kabut asap, banjir, maupun beberapa waktu lalu dunia dilanda pandemi covid. Semua bisa diperbaiki secara bertahap, meskipun pernah ada generasi yang disebut lost generation karena pandemi.

Batas waktu pengisian dan sinkronisasi Dapodik ditetapkan sampai 31 Agustus 2025. Ia berharap seluruh satuan pendidikan dapat memaksimalkan kesempatan tersebut. 

“Kesulitan bisa disampaikan dan didiskusikan, semoga bisa diimplementasikan di sekolah masing-masing, dan presentase singkronisasi Dapodik bisa tinggi, ” pungkasnya. (nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!